Pembangunan Flyover di Perlintasan KA Bekasi Melalui Skema Bantuan Presiden

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Breaking News Metro TV.

Pembangunan Flyover di Perlintasan KA Bekasi Melalui Skema Bantuan Presiden

Fachri Audhia Hafiez • 28 April 2026 10:12

Bekasi: Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah pusat akan segera mengambil alih pembangunan jalan layang (flyover) di titik-titik rawan kecelakaan di Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini diambil melalui skema Bantuan Presiden (Banpres) guna merespons urgensi keselamatan warga di wilayah padat penduduk tersebut.

“Karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover, langsung oleh bantuan presiden,” ujar Prabowo di RSUD Bekasi, Jawa Barat, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 28 April 2026.
 


Kepala Negara menyoroti kondisi lintasan kereta api yang banyak tidak memiliki pintu perlintasan maupun penjagaan resmi. Menurut Presiden, Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan permohonan infrastruktur tersebut untuk meminimalisir risiko kecelakaan maut di masa mendatang.

Presiden menegaskan bahwa masalah lintasan sebidang ini merupakan persoalan lama yang belum tuntas sejak puluhan tahun lalu. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan penataan 1.800 titik lintasan serupa yang tersebar di sepanjang Pulau Jawa dengan total estimasi anggaran mencapai Rp4 triliun.

“Kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga. Kita segera akan atasi, pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover,” ungkapnya.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Breaking News Metro TV.

Prabowo memerintahkan kementerian terkait untuk segera melakukan audit dan perbaikan teknis di lapangan. Hal ini mencakup pembangunan flyover di area padat hingga penyediaan pos jaga di wilayah yang membutuhkan pengawasan ekstra.

“Saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya, lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga, atau dengan flyover. Sekarang saatnya sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, sekarang kita lakukan,” tegas Presiden.

Insiden tabrakan terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, pukul 20.55 WIB. Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 relasi Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di area Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)