Presiden Prabowo Subianto. Foto: Breaking News Metro TV.
Prabowo Kucurkan Rp4 Triliun Amankan 1.800 Lintasan Kereta Api di Jawa
Fachri Audhia Hafiez • 28 April 2026 09:35
Bekasi: Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas pascatabrakan maut di Stasiun Bekasi Timur dengan menginstruksikan perbaikan menyeluruh terhadap 1.800 titik lintasan kereta api di Pulau Jawa. Pemerintah memproyeksikan anggaran hingga Rp4 triliun untuk membangun infrastruktur pendukung guna menjamin keselamatan publik dan kelancaran transportasi kereta api.
“Saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya, lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga, atau dengan flyover. Nanti pelaksanaannya kita tunjuk kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun ya,” ujar Prabowo di RSUD Bekasi, Jawa Barat, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 28 April 2026.
Presiden menyoroti banyaknya lintasan sebidang yang tidak terjaga dan telah terbengkalai selama puluhan tahun sejak zaman kolonial. Menurutnya, kepadatan aktivitas masyarakat di wilayah seperti Bekasi memerlukan solusi permanen berupa pembangunan jalan layang (flyover) guna memisahkan jalur kendaraan dengan rel kereta api.
Merespons permintaan Pemerintah Daerah Bekasi, Presiden memastikan bahwa pembangunan flyover akan segera dilaksanakan melalui skema bantuan presiden. Langkah ini dinilai mendesak mengingat urgensi kereta api sebagai transportasi massal utama yang tidak boleh terganggu oleh kendala teknis di lintasan sebidang.
“Kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga. Kita segera akan atasi, pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover. Karena Bekasi ini padat dan keperluan kereta api itu sangat penting sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover, langsung oleh bantuan presiden,” tegas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Breaking News Metro TV.
Presiden menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berlaku di Bekasi, melainkan mencakup seluruh titik rawan di Pulau Jawa. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan masalah klasik ini yang telah diabaikan selama bertahun-tahun demi memodernisasi sistem keamanan transportasi nasional.
“Sekarang ya sudahlah kita akan selesaikan semuanya itu. Sekarang saatnya sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, sekarang kita lakukan,” tegas Kepala Negara.
Insiden tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, pukul 20.55 WIB. Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 relasi Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di area Stasiun Bekasi Timur (BKST).