Kementan Wisuda 1.532 Mahasiswa Polbangtan dan PEPI, Siap Perkuat Sektor Pertanian

16 August 2026 15:24

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar prosesi Wisuda Nasional bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI). Sebanyak 1.532 lulusan dari 27 program studi siap diterjunkan untuk memperkuat sektor pertanian nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa para lulusan ini merupakan sumber daya manusia (SDM) yang telah dipersiapkan dengan matang melalui pelatihan intensif selama tiga hingga empat tahun.

"Ini adalah anak-anak kita yang siap kerja karena memang di sektor pertanian, peternakan, dan mekanisasi, mereka dilatih kurang lebih tiga sampai empat tahun. Jadi, mereka benar-benar siap kerja," kata Mentan Andi Amran Sulaiman dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 16 Agustus 2026.

Mengisi Kekurangan Penyuluh Pertanian


Selain diarahkan ke sektor swasta, para lulusan ini juga dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga penyuluh pertanian di berbagai daerah. Saat ini, jumlah penyuluh pertanian di Indonesia tercatat sekitar 37.600 orang, namun jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenpan-RB untuk menempatkan sekitar 500 lulusan Polbangtan dan PEPI sebagai penyuluh.

"Kami sudah menyampaikan kepada Menpan-RB bahwa untuk daerah-daerah yang saat ini kekurangan penyuluh, kurang lebih 500 orang akan diisi dari alumni Polbangtan dan PEPI," jelas Idha.
 


Perluas Kerja Sama Hingga Luar Negeri


Kementan juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi dan industri, mulai dari perusahaan mekanisasi pertanian, perusahaan peternakan, industri susu, hingga sektor agribisnis lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan para lulusan terserap optimal di dunia kerja.

Tak hanya di dalam negeri, sejumlah lulusan bahkan telah mulai berkarier di luar negeri, seperti di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, melalui program kerja sama internasional.

Idha menambahkan, bagi lulusan yang tidak memilih jalur karyawan, Kementan terus mendorong mereka untuk menjadi wirausaha muda pertanian.

"Kami sangat yakin mereka akan segera bekerja, dan di antaranya juga banyak yang sukses menjadi wirausaha muda pertanian," pungkasnya.

Dengan bekal kompetensi yang kompetitif, para lulusan diharapkan mampu membawa perubahan positif dan berkontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian dan peternakan Indonesia, baik di kancah nasional maupun internasional.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X