Presiden Prabowo Undang Mantan Menlu ke Istana Bahas Board of Peace

5 February 2026 19:01

Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri ke Istana Kepresidenan pada Rabu, 4 Februari. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan beberapa hal terkait situasi politik luar negeri, salah satunya mengenai partisipasi Indonesia dalam Board of Peace.

Sejumlah mantan Menlu menegaskan, keikutsertaan Indonesia tidak lepas dari komitmen lama bangsa dalam membela Palestina dan mendorong penyelesaian damai. 

Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri periode 2001-2009, mengungkap keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace merupakan langkah diplomasi yang perlu dipahami secara utuh dan proporsional.
 

Baca juga: Bahas Geopolitik Global, Prabowo Undang Marty Natalegawa hingga Retno Marsudi


Ia menjelaskan, keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace telah melalui proses konsultasi yang panjang, termasuk dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam. Konsultasi dilakukan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York serta melalui pembahasan intensif sebelum keputusan akhir diambil. 

Menteri Luar Negeri periode 1999-2001, Alwi Shihab juga menilai pertemuan tersebut membuka cakrawala pemahaman terkait sikap Indonesia. Presiden Prabowo Subianto jelas menyampaikan komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah berubah. 

“Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution,” kata Menteri Luar Negeri periode 1999-2001, Alwi Shihab, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia, Metro TV, Kamis, 5 Februari 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)