Resmi Jadi Hakim MK, Adies Kadir Janji Mundur dari Sidang Jika Menyangkut Partai Golkar

5 February 2026 17:20

Usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Adies Kadir langsung angkat bicara mengenai potensi konflik kepentingan, mengingat latar belakangnya sebagai politisi Partai Golkar.

Adies menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi lembaga peradilan tersebut. Ia berjanji akan mengundurkan diri dari panel atau majelis hakim jika di kemudian hari terdapat perkara yang melibatkan bekas partainya.

"Kalau di Mahkamah Konstitusi itu kan ada aturan-aturan. Kalau dianggap ada conflict of interest, pasti otomatis hakim akan mengundurkan diri dari panel atau majelis tersebut," ujar Adies di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026

"Kemungkinan saya juga akan mengambil langkah seperti itu kalau ada kasus-kasus terkait dengan Partai Golkar," tegasnya.
 

Baca juga:
Presiden Lantik Adies Kadir sebagai Hakim MK

Adies menegaskan bahwa tugas utamanya kini adalah menjalankan amanat undang-undang untuk menjaga konstitusi dan ideologi negara.

"Sesuai dengan undang-undang, tugasnya adalah menjaga konstitusi, menafsir konstitusi, dan menjaga ideologi negara. Inilah yang harus nanti saya laksanakan di sana," pungkasnya.

Adies Kadir resmi dilantik sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK). Adies menggantikan Arief Hidayat yang pensiun pada Selasa, 3 Februari 2026.

Adies Kadir pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024-2029. Pelantikan Adies sebagai Hakim MK sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9b Tahun 2026, tentang Pengangkatan Hakim Konstitusi yang Diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)