Karhutla Kalimantan Meluas: Satu Warga Ketapang Tewas, 162 Hektare Lahan di Palangka Raya Hangus

7 August 2026 10:04

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan kian mengkhawatirkan. Kejadian ini telah menelan satu korban jiwa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, serta menghanguskan ratusan hektare lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Di Kabupaten Ketapang, seorang warga bernama Taufik Hidayat ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar di pinggir Jalan Raya Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, pada Selasa, 4 Agustus 2026 malam. Korban ditemukan bersama sepeda motornya setelah mencoba menerobos kabut asap tebal saat perjalanan pulang kerja.

Kepala BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, menjelaskan bahwa korban diduga mengalami kekurangan oksigen dan pingsan sebelum akhirnya terpapar api di sisi jalan. 

“Kebetulan beliau itu mau pulang kerja. Jadi di situasi kabut api, asap, beliau menerobos. Mungkin beliau mau cepat pulang, beliau terjatuh, ini dari awal informasi yang kami dapatkan. Mungkin beliau kekurangan oksigen, pingsan, di sisi kiri-kanan jalan kan terdapat api. Jadi beliau terjatuh ya akhirnya beliau meninggal dalam posisi keadaan terbakar,” ujar Yunifar dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 7 Agustus 2026.

Hingga saat ini, api di wilayah Ketapang dilaporkan belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
 


Sementara itu, di Kota Palangka Raya, karhutla dilaporkan meluas hingga merambah ke pemukiman warga. Data BPBD Palangka Raya mencatat, hingga 5 Agustus 2026, telah terjadi 151 insiden kebakaran dengan total luas lahan gambut yang terbakar mencapai 162,49 hektare.

Kondisi lahan yang sangat kering serta cuaca panas ekstrem memperparah situasi dan menyulitkan petugas gabungan yang berjibaku melakukan pemadaman hingga malam hari. Selain kendala minimnya sumber air, dampak asap mulai mengganggu kesehatan warga yang mengeluhkan batuk dan pusing akibat kualitas udara yang memburuk.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X