Chiki Fawzi: Aceh Tamiang Bak Kota Lumpur yang tak Layak Huni

Ade Hapsari Lestarini • 15 January 2026 12:39

Jakarta: Aktivis sekaligus pendiri Chikigo, Chiki Fawzi, membagikan pengalaman emosionalnya saat terjun langsung ke wilayah terdampak bencana ekologis di Sumatera. Dalam forum ‘Semangat Awal Tahun 2026’ yang digelar IDN Times, Chiki mengungkapkan keprihatinannya atas skala kerusakan di Aceh dan beberapa titik di Sumatera Utara (Sumut) serta Sumatera Barat (Sumbar).

Sejak akhir November 2025, Chiki telah melakukan serangkaian perjalanan kemanusiaan ke berbagai wilayah, termasuk Tapanuli Tengah, Langkat, Sibolga, hingga Aceh Tengah. Namun, baginya, kondisi di Aceh merupakan yang paling memilukan.

Chiki menceritakan perjuangannya saat mencoba menembus Aceh Tamiang. Pada upaya awal, akses jalan terputus total akibat longsor. Saat akhirnya berhasil masuk, ia disambut oleh pemandangan yang mencekam.

"Pas udah bisa dilalui mobil aku cukup kaget karena rusaknya itu sebegitu rusak jalannya. Terus pas masuk ke Aceh Tamiang lebih kaget lagi, karena ini satu kota tapi bener-bener coklat dan bener-bener kota yang terendam lumpur," ungkap Chiki dalam forum diskusi IDN Times, Rabu, 14 Januari 2026.

Tak hanya visual yang memprihatinkan, Chiki juga menggambarkan suasana aromatik yang menyesakkan di lokasi tersebut. 

"Pas aku disana aromanya tuh kayak aroma bangkai campur dengan aroma debu dan besoknya pas di Aceh Tamiang ternyata hujan lagi, jadi licin lagi. Jadi, aku melihat ini tempat yang sebenarnya sangat tidak layak karena kondisi yang seperti ini,” ujarnya.

Bencana ekologis sebesar Pulau Jawa


Fokus Chiki belakangan ini memang tertuju pada Aceh, namun ia menegaskan bahwa wilayah lain seperti Sumbar dan Sumut juga mengalami dampak yang serius. Berdasarkan pengamatannya, total luas wilayah yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut diperkirakan mencapai skala yang masif.

"Kalau di total, luas wilayah terdampak dari tiga provinsi ini mungkin sebesar Pulau Jawa. Ini adalah bencana ekologis yang luar biasa dampaknya," tambahnya.

Melalui platform sosial media, Chiki berharap lebih banyak masyarakat yang sadar dan terpapar informasi mengenai kondisi di Sumatera. Baginya, kehadiran dan bantuan sekecil apapun sangat berarti bagi warga yang kini tengah berjuang di tengah sisa-sisa lumpur dan kehancuran infrastruktur. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)