Investigasi Al Jazeera: Ribuan Jasad Warga Gaza Menguap Akibat Senjata Termal Zionis

15 February 2026 22:42

Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan oleh media Al Jazeera Arabic mengungkap fakta mengerikan terkait agresi militer Israel di Jalur Gaza. Laporan tersebut menuding militer Zionis menggunakan senjata terlarang jenis termal (thermal weapons) dipasok oleh Amerika Serikat, yang menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa.

Temuan ini menunjukkan tingkat brutalitas yang ekstrem. Senjata tersebut dilaporkan mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celcius saat meledak. Suhu setinggi ini mengakibatkan tubuh manusia hancur seketika atau meleleh sepenuhnya, sehingga tidak meninggalkan jejak jenazah sama sekali untuk diidentifikasi maupun dimakamkan.

Bom Vakum dan Hilangnya 2.842 Warga

Para ahli militer dan saksi mata di lapangan mengaitkan fenomena hilangnya jasad korban dengan penggunaan sistematis senjata thermobaric, yang sering disebut sebagai bom vakum atau aerosol. Penggunaan senjata ini di kawasan padat penduduk sejatinya dilarang keras oleh hukum internasional.

Data dari Pertahanan Sipil di Gaza memperkuat temuan ini. Sejak agresi dimulai pada Oktober 2023, mereka telah mendokumentasikan sebanyak 2.842 warga Palestina yang lenyap tanpa jejak.

"Di lokasi pengeboman, sering kali tidak ditemukan sisa-sisa tubuh selain percikan darah atau serpihan kecil daging," tulis laporan tersebut.

Kisah Yasmin Mahani

Laporan Al Jazeera mengangkat kisah memilukan Yasmin Mahani sebagai salah satu bukti nyata. Pada 10 Agustus 2024, Yasmin dengan putus asa menyusuri puing-puing reruntuhan Sekolah Al-Tabin untuk mencari putranya, Saad, yang menjadi korban serangan.

Namun, pencarian Yasmin berakhir nihil. Ia tidak menemukan satu pun bagian tubuh putranya. Kenyataan pahit bahwa tidak ada jenazah yang bisa dimakamkan menjadi trauma psikologis terberat bagi Yasmin, sebuah penderitaan yang kini dialami oleh ribuan keluarga di Gaza.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)