Suhu Mina Tembus 43 Derajat, Jemaah Haji Diminta Hindari Lempar Jumrah Siang Hari

Mahmud Fauzi • 28 May 2026 20:07

Jakarta: Menteri Haji dan Umroh (Menhaj) Indonesia sekaligus Amirul Hajj, Mochamad Irfan Yusuf, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak melakukan lempar jumrah pada pagi hingga siang hari. Imbauan ini disampaikan menyusul padatnya area Jamarat dan tingginya suhu udara di Mina yang dapat mencapai lebih dari 43 derajat Celsius.

Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi kesehatan dan keselamatan jemaah, terutama jemaah lanjut usia serta jemaah dengan kondisi fisik yang lemah. Kepadatan ekstrem di area Jamarat pada waktu-waktu tertentu juga berpotensi memicu kelelahan akibat paparan panas matahari secara langsung.
 


Karena itu, jemaah diimbau mengikuti arahan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan melaksanakan lempar jumrah pada waktu yang lebih longgar, yakni sore atau malam hari. Selain kondisi yang lebih terkendali, suhu udara pada malam hari juga dinilai lebih sejuk sehingga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Menteri Haji menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Jemaah diminta tidak memaksakan diri untuk melaksanakan lempar jumrah pada waktu padat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Khusus bagi jemaah lanjut usia, jemaah berisiko tinggi, atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, proses lempar jumrah dianjurkan untuk dibadalkan atau diwakilkan kepada jemaah lain yang lebih muda dan memiliki kondisi fisik lebih baik.

“Jauh-jauh hari, jangan hanya bersiap mental saja, tetapi fisik juga harus disiapkan karena ibadah haji memerlukan fisik yang kuat. Itulah salah satu alasan kenapa kami terus memperkuat layanan kesehatan,” ujar Mochamad Irfan Yusuf.

Ia juga menegaskan waktu lempar jumrah sudah diatur agar jemaah terhindar dari suhu ekstrem di Mina.

“Sudah diatur oleh pembimbing masing-masing. Ada jam-jam yang mungkin tidak terasa afdal, tetapi situasinya lebih memungkinkan. Seperti jam 09.00 pagi sampai 13.00 siang itu sangat panas sekali,” lanjutnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalani rangkaian puncak ibadah haji dengan aman dan nyaman di tengah padatnya aktivitas di Mina dan area Jamarat.

Nah, dengan mengikuti arahan petugas dan memilih waktu lempar jumrah yang lebih aman, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar tanpa mengorbankan kondisi kesehatan maupun keselamatan diri.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)