Beras premium kemasan 5 kg terpantau masih sulit ditemukan di sejumlah jaringan ritel modern dan minimarket di kawasan Jakarta Barat. Sejumlah gerai melaporkan kekosongan stok, sementara minimarket yang masih menyediakannya memberlakukan pembatasan pembelian yang ketat bagi konsumen.
Berdasarkan peninjauan langsung di lapangan, rak-rak yang biasa memajang beras premium ukuran 5 kg tampak kosong melompong. Sebagai alternatif, gerai ritel banyak mengandalkan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah yang dijual di kisaran harga Rp62.500 hingga Rp64.500 per kemasan.
Di beberapa ritel lain yang masih memiliki persediaan, jumlahnya tercatat sangat terbatas dengan lonjakan harga yang signifikan, yakni mencapai kisaran Rp90.000 hingga Rp100.000 per kemasan. Pihak pengelola ritel menyebutkan bahwa keterlambatan pasokan telah terjadi dalam dua hingga tiga pekan terakhir karena kiriman baru mulai masuk pekan ini dengan volume yang masih minim.
Warga Keluhkan Kenaikan Harga
Kelangkaan ini membuat warga harus berpindah dari satu gerai ke gerai lainnya untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. Selain barang yang sulit dicari, kenaikan harga juga dirasakan langsung oleh pembeli.
"Untuk beras premium memang agak susah ya, padahal kita kadang perlu yang kualitasnya baik. Nyarinya cukup langka jadinya sulit ditemukan," keluh salah seorang konsumen, Gracia.
Konsumen lainnya, yang biasa membeli di kisaran harga Rp95.000, berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan barang di pasaran. Akibat terbatasnya stok, sejumlah gerai ritel modern kini menerapkan aturan pembelian maksimal hanya 1 hingga 2 kantong beras premium ukuran 5 kg per pelanggan.
Langkah Intervensi Pemerintah
Menanggapi kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat, pemerintah memastikan akan segera melakukan intervensi. Langkah yang disiapkan meliputi dorongan agar beras cadangan pemerintah (baik medium maupun premium) dapat segera masuk mengisi pasokan ritel-ritel modern.
Selain itu, pemerintah juga bersiap menambah distribusi beras SPHP hingga mencapai 1 juta ton serta menggencarkan gelaran operasi pasar guna meredam lonjakan harga beras di tingkat eceran. Langkah cepat ini dinilai krusial mengingat beras premium merupakan komoditas pangan pokok utama yang paling dicari masyarakat luas.