Harga Plastik Naik hingga 100%, Pemprov DKI Dorong Penggunaan Daun Pisang

15 April 2026 13:25

Lonjakan harga plastik hingga 100 persen pada April 2026 kian membebani masyarakat dan pelaku usaha. Kenaikan drastis ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku global, terutama dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pemasok utama.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan pada plastik dan beralih ke bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Dorongan ini muncul di tengah keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam mengendalikan harga komoditas plastik di pasaran.

“Jadi harga plastik ini memang naik dan harga plastik ini terus terang kewenangan ketentuannya bukan di Pemerintah DKI Jakarta. Tetapi tentunya kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi harus ada substitusinya. Kalau kondisinya tetap seperti ini pasti akan menjadi beban maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional pakai bungkus daun pisang dan sebagainya,” ujarnya, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 15 April 2026 .



Sebagai langkah antisipatif, masyarakat didorong untuk mencari substitusi plastik, salah satunya dengan kembali memanfaatkan bahan alami seperti daun pisang sebagai pembungkus makanan.

Kenaikan harga plastik tidak hanya terjadi di dalam negeri, namun juga menjadi fenomena global akibat terganggunya rantai pasok bahan baku. Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik turut memperparah dampak yang dirasakan di tingkat konsumen.

Jika kondisi ini berlanjut, lonjakan harga plastik dikhawatirkan tidak hanya menekan daya beli masyarakat, tetapi juga berdampak luas pada sektor industri yang bergantung pada bahan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)