Kabut Asap Pekat, Operasi Modifikasi Cuaca Dipindah ke Kotim dan Kalsel

22 September 2026 13:42

Kondisi kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah membuat pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak dapat mengudara dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Guna menyiasati kendala tersebut, pemerintah memutuskan untuk memindahkan titik operasional OMC ke Pangkalan Bun serta Bandara Syamsudin Noor di Kalimantan Selatan. 

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa pesawat OMC tidak dipaksa terbang dari Bandara Tjilik Riwut karena kondisi visibilitas yang rendah dapat membahayakan penerbangan.

"Sekarang Pak Menteri Kehutanan dengan saya berusaha memecahkan untuk kedatangan hujan. Ada satu pusat operasi modifikasi cuaca di Bandara Tjilik Riwut. Ini beberapa hari tidak bisa kerja. Kenapa tidak bisa kerja, karena enggak bisa naik, kabut, visibility-nya rendah, kalaupun naik dipaksa, celaka." ucap Kepala BNPB Suharyanto, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 22 September 2026.
 



Pemindahan lokasi lepas landas ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi pembentukan hujan, menyusul prakiraan BMKG mengenai adanya potensi hujan di Kalimantan Tengah, pada 21 hingga 28 September. 

Melalui pengoperasian pesawat dari Pangkalan Bun dan Bandara Syamsudin Noor, diharapkan penyemaian awan dapat memicu turunnya hujan untuk membantu meluruhkan asap di wilayah tersebut.

"Langkahnya, operasi modifikasi cuaca pesawatnya naik dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun." ucap Suharyanto.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X