Delegasi guru dan mahasiswa dari School of Journalism and Communication Hunan University, Tiongkok, melakukan kunjungan studi dan pertukaran pikiran ke kantor Metro TV di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama lintas negara dan mendalami ekosistem industri media di Indonesia.
Rombongan yang dipimpin oleh Associate Professor Hunan University, Jiang Jing, beserta tujuh mahasiswanya tersebut disambut hangat oleh jajaran manajemen Metro TV.
Turut hadir dalam sesi diskusi ini antara lain Kepala Perencanaan Strategis Metro TV Rosalia Dewi Arlusi, Manajer Penjualan Senior Cicely Hunjaya, serta perwakilan dari tim Metro Xinwen, Medcom.id, dan Digital Hub.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak melakukan diskusi mendalam mengenai berbagai topik strategis. Paparan difokuskan pada pengembangan operasi media, strategi pengelolaan media sosial, hingga penerapan teknologi kecerdasan buatan (
Artificial Intelligence/AI) dalam proses produksi konten berita.
Sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia yang menyajikan program berita berbahasa Mandarin melalui Metro Xinwen, Metro TV juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan pertukaran budaya dan informasi antara Indonesia dan Tiongkok.
Apresiasi Netralitas dan Regulasi AI
Associate Professor Hunan University, Jiang Jing, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen jurnalisme yang dipegang teguh oleh redaksi Metro TV. "Saya percaya para pimpinan dan kolega di departemen editorial Metro TV sangat idealis, berpegang teguh pada prinsip jurnalistik, serta menjunjung tinggi netralitas. Mereka bekerja keras untuk menghasilkan program berita unggul demi meningkatkan kesadaran publik," puji Jiang Jing dikutip dari
Metro Xinwen, Metro TV, Minggu 23 Agustus 2026.
Kekaguman juga datang dari para mahasiswa. Yang Shuyuan mengaku sangat terkesan dengan filosofi stasiun televisi ini. "Hal yang paling berkesan bagi saya adalah slogan Metro TV, yakni
Knowledge to Elevate. Langkah menyebarkan pengetahuan yang bermanfaat kepada masyarakat seperti ini sangatlah bagus," ujarnya.
Terkait adaptasi teknologi, mahasiswi lainnya, Yu Luyao, menyoroti langkah bijak Metro TV dalam penggunaan kecerdasan buatan di ruang redaksi. "Penggunaan AI di Metro TV menerapkan aturan dan batasan tertentu guna mencegah terjadinya
AI hallucination. Mereka lebih mengutamakan kredibilitas manusia dan kebenaran berita. Pendekatan ini sangat positif," ungkap Yu Luyao.
Selain diskusi teknis, delegasi juga diajak berkeliling melihat langsung sistem pelaporan dan
newsroom Metro TV. Zhao Fang, salah satu mahasiswi, mengaku takjub dengan suasana ruang kerja redaksi yang dinilainya berbeda dengan di Tiongkok.
"Area kerja di sini terasa lebih bebas. Semua orang duduk dan bekerja secara terbuka di satu meja bundar. Sistem pelaporan berita internalnya juga sangat matang," kata Zhao Fang.