Ratusan Orang Jadi Korban Investasi Bodong Laundry Autopilot

29 January 2026 16:24

Ratusan orang menjadi korban dugaan penipuan investasi bodong berkedok usaha laundry (binatu) dengan sistem autopilot. Para korban mengaku mengalami kerugian besar setelah menyetorkan dana investasi mulai dari Rp110 juta hingga Rp150 juta per orang.

Kasus ini bermula dari tawaran pelaku melalui media sosial yang menjanjikan bisnis binatu yang berjalan otomatis tanpa perlu dikelola sendiri oleh investor. Namun, janji keuntungan tersebut tak pernah terealisasi, dan modal yang disetor pun tak kunjung kembali.

Salah satu korban, Hana, menceritakan momen pahit saat menyadari dirinya tertipu. Kecurigaan memuncak ketika ia tidak menemukan operasional bisnis apa pun di lokasi usaha yang dijanjikan.

"Ternyata di sana banyak orang yang nasibnya seperti kami. Tidak ada grand opening. Kita semua ditipu. Kita sampai ke sana, orangnya tidak bisa ditemui," ungkap Hana.

Merasa dirugikan, para korban yang didampingi kuasa hukum Pablo Benua telah melaporkan kasus ini ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Pablo Benua menegaskan bahwa jalur hukum ditempuh untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku. Laporan tersebut telah terdaftar sejak pertengahan bulan ini.

"Kami sudah melakukan laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri atas dugaan tindak pidana Penipuan, Penggelapan, dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada tanggal 13 Januari 2026. Pelapornya atas nama Budi Wahyono selaku kuasa lapor," jelas Pablo.

(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)