Anies Baswedan Sindir 'Intervensi Kekuasaan' di Pilpres 2024

8 May 2023 10:31

Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan meminta negara tidak mengintervensi dalam menentukan presiden tahun 2024. Dihadapan relawan, Anies menyebut, adanya intervensi negara terhadap pesta demokrasi adalah wujud pelecehan terhadap rakyat. 

"Kami mengajukan diri dengan menyatakan, ini gagasan kami, ini rekam jejak kami, ini karya kami dan biarkan rakyat tanpa dipengaruhi, tanpa ada tanagn negara yang terlibat, negara netral, negara mengambil sikap di atas semuanya dan percayakan rakyat bahwa rakyat akan menitipkan kewenangan itu pada mereka yang memiliki rekam jjak yang benar," ucap Anies Baswedan saat berpidato di Stadion Tennis Indoor, Senayan, Minggu (7/5/2023). 

"Kalau negara sampai intervensi, namanya negara sedang melecehkan rakyat Indonesia." tambah Anies.

Meski tidak menyebutkan secara jelas, publik telah mengerti bahwa sindiran Anies tersebut diarahkan kepada Presiden Joko Widodo, yang belakangan ini terang-terangan melakukan endorsment terhadap capres dan koalisi tertentu.

Pengamat politik Hanta Yudha mengatakan, konsep adu gagasan dan rekam jejak yang disuarakan Anes Baswedan untuk kontestasi Pilpres 2024 mendatang adalah hal yang patut diacungi jepol. Oleh karena itu, agar tidak mencederai pesta demokrasi dan demi menjaga amanat konstitusi hendaknya negara harus netral sebagai fasilitator, bukan justru memberikan dukungan kepada kontestan.

"Para fasilitator, penyelenggara, KPU, Bawaslu harus netral independen termasuk pemerintah yang sedang berkuasa, tentu memfasilitasi jalannya pesta demokrasi yang merupakan amanat konstitusi," ucap Pengamat Politik Hanta Yudha. 

Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla meminta pemerintah sekaligus meminta Presiden Jokowi untuk tidak ikut campur terlalu jauh unrusan Pilpres 2024. Jusuf Kalla bahkan membandingkan saat Megawati dan SBY yang pada saat menjelang akhir jabatannya sebagai presiden kala itu tidak ikut terlibat dalam dukung mendukung capres tertentu. 

Sementara itu Presiden Jokowi membantah dirinya ikut cawe-cawe di Pilpres 2024. Jokowi mengatakan, hal yang dilakukannya tidak menyalahi aturan, Jokowi beralasan pertemuannya dengan enam ketua umum partai politik pendukung pemerintah hanya diskusi biasa.  

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)