Bogor: Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Captain Hendrick Lodewijk Adam, pilot pesawat pengangkut BBM yang jatuh di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Setelah disalatkan, jenazah Captain Hendrick dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Situ Gede, Bogor, Jawa Barat.
Proses pemakaman berlangsung khidmat. Diiringi doa dan tangis haru dari keluarga yang ditinggalkan, pada Jumat, 20 Februari 2026, sore.
Captain Hendrick gugur setelah pesawat Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS7107, jatuh di wilayah Krayan. Kecelakaan tersebut menyebabkan almarhum gugur saat menjalankan tugas.
Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A Dhewo menduga penyebab kecelakaan karena cuaca buruk. Insiden terjadi saat pesawat melayani rute pengangkutan BBM dari Tarakan menuju Krayan di wilayah perbatasan.
Pesawat lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan pukul 10.15 Wita menuju Bandara Yuvai Semaring Long Bawan. Pesawat mengangkut sekitar 4.000 liter BBM.
Setelah tiba di Long Bawan pukul 11.10 Wita dan menyelesaikan misi distribusi BBM, pesawat kembali lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pada pukul 12.10 Wita dalam kondisi kosong tanpa muatan BBM, hanya membawa satu orang pilot menuju Bandara Juwata Tarakan .
(Suasana pemakaman di TPU Situ Gede Bogor. Foto: Metro TV/Yudi Irawan)
Saat keberangkatan, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer. Awan rendah (cloud base) terpantau broken di ketinggian 1.400 feet dengan suhu 23,9 derajat Celsius.
"Beberapa menit kemudian, saksi mata melihat pesawat menurun dalam posisi miring ke arah perbukitan di ujung runway 22," kata Andreas.
Sekitar pukul 12.25 Wita, saksi mata di sekitar Bandara Yuvai Semaring, Krayan melihat pesawat dalam posisi miring menurun ke arah belakang bukit di ujung pendekatan runway 22.
AirNav unit Long Bawan kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara. Pada pukul 12.27 Wita, pesawat Susi Air yang hendak memasuki wilayah Krayan memutuskan kembali ke Malinau karena cuaca memburuk. Pilot Susi Air menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dengan radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22 .
"Tim gabungan bersama masyarakat segera bergerak ke lokasi dan pesawat ditemukan pukul 14.33 WITA," katanya .