DPP Partai NasDem Nobar Film 12 Mile: Guiding the Archipelago

26 May 2026 18:42

DPP Partai NasDem menggelar diskusi dan pemutaran film 12 Mile: Guiding the Archipelago, pada Selasa, 26 Mei 2026, siang. Film ini mengangkat kisah perjuangan diplomasi Profesor Mochtar Kusumaatmadja dalam memperjuangkan kedaulatan maritim Indonesia.

Film 12: Mile Guiding the Archipelago mendokumentasikan perjuangan panjang Profesor Mochtar Kusumaatmadja dalam memperjuangkan pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan melalui diplomasi internasional. Dalam proses produksi film, sutradara Tubagus Deddy menyebut tim melakukan riset mendalam selama hampir satu tahun.

"Jadi tantangan riset, otomatis kita belajar dari senior-senior ahli hukum laut, dari Dekan Unpad juga hukum kelautan kita banyak bertanya diskusi juga." kata Sutradara Film 12 Mile, Tubagus Deddy, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Selasa, 26 Mei 2026.

Tidak hanya mempelajari teori hukum laut dan diplomasi, tim juga menggali berbagai cerita dari keluarga dan orang-orang terdekat Profesor Mochtar. 

"Kemudian untuk dramatisasi kita buat riset momen-momen kejadian-kejadian yang dialami Prof. Mochtar untuk menghidupkan teori beliau dalam film." ucapnya.
 

Baca juga: Profil Mochtar Kusumaatmadja, Sang Konseptor Wawasan Nusantara yang Jadi Pahlawan Nasional


Untuk memudahkan masyarakat memahami perjuangan tersebut, film ini kemudian dikemas dalam format doku-drama agar lebih ringan dan mudah dicerna, khususnya bagi generasi muda.

Diskusi film yang diselenggarakan Partai NasDem ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan diplomat untuk membahas relevansi perjuangan Profesor Mochtar di tengah kondisi geopolitik saat ini. 

Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Andi Aron menyebut perjuangan Profesor Mochtar menjadi pengingat bahwa Indonesia harus terus menjaga identitasnya sebagai negara kepulauan terbesar.

"Pertama, Prof. Mochtar itu ingin kita terus mencintai negara kita, mencintai identitas bangsa kita sebagai negara kepulauan terbesar, and we have to do whatever it takes untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia." ungkap Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemlu RI, Andi Aron.

Sementara itu Kepala Lab 45 Jaleswari Pramodhawardani menilai perjuangan Profesor Mochtar tidak hanya bicara soal perubahan batas laut dari tiga menjadi 12 mil, namun juga tentang perjuangan panjang dan gigih dalam memperjuangkan kepentingan bangsa.

"Apa yang diperjuangkan oleh Profesor Mochtar Kusumaatmadja itu jangan hanya dilihat sebatas garis dalam peta, dari tiga mil menjadi 12 mil, tapi lihatlah bagaimana Prof. Mochtar memperjuangkan itu selama 25 tahun melalui diplomasi yang tangguh, gigih, dan itu bukan untuk dirinya sendiri tetapi itu sudah melampaui bangsanya, jadi untuk kepentingan bangsanya." ucap Kepala Lab 45, Jaleswari Pramodhawardani.

(Nopita Dewi)