Jakarta: Pemerintah menyiapkan layanan khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) menjelang puncak ibadah haji di Arafah melalui program Safari Wukuf. Program ini ditujukan untuk membantu jemaah lansia agar tetap dapat menjalankan wukuf sebagai rukun utama ibadah haji dengan aman dan nyaman.
Kepala Bidang Lansia dan Disabilitas PPIH Arab Saudi, Suviyanto, mengatakan jumlah jemaah lansia yang mengikuti program Safari Wukuf tahun ini mencapai hampir 400 orang.
“Haji dan Umrah Indonesia tahun ini akan menjalankan program Safari Wukuf Lansia, yang mana sasarannya adalah para lansia tanpa pendamping dan para lansia yang mungkin baru keluar dari rumah sakit namun masih bisa duduk dan tidak berbaring,” ujar Suviyanto.
Program ini diprioritaskan bagi jemaah kategori lansia, lansia tanpa pendamping, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan layanan tambahan selama fase Armuzna.
Sebelum menjalani wukuf, para jemaah dijemput dari hotel masing-masing oleh petugas haji untuk kemudian dibawa menuju hotel transit. Di lokasi transit tersebut, jemaah akan beristirahat selama dua malam sebelum diberangkatkan ke Arafah.
Berbagai layanan juga disiapkan selama masa transit, mulai dari layanan kesehatan, pendampingan psikologis dan sosial, hingga bimbingan ibadah bagi para jemaah.
“Jemaah lansia yang ada di kloter ditempatkan di transit yang berasal dari seluruh kloter. Kami diminta menyiapkan layanan bagi kurang lebih 300 sampai 400 jemaah,” kata Suviyanto.
Ia menjelaskan proses evakuasi dan pemindahan
jemaah lansia dari sektor menuju hotel transit saat ini hampir seluruhnya telah selesai dilakukan.
Sementara itu, keberangkatan jemaah Safari Wukuf menuju Arafah dijadwalkan berlangsung pada 9 Zulhijah atau Selasa, 26 Mei 2026, menggunakan 18 bus.
“Keberangkatan jemaah haji dari transit menuju Arafah dilakukan pada 9 Zulhijah sejak pukul 13.30. Setelah itu jemaah akan menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf dan ibadah,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk mendampingi jemaah lansia dengan gangguan daya ingat atau demensia. Adapun jemaah yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.
Program
Safari Wukuf menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan seluruh jemaah, termasuk kelompok rentan, tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik.