Jakarta: Ketika membahas ketahanan pangan global, perhatian sering kali tertuju pada negara-negara pengimpor. Padahal, stabilitas pasokan pangan dunia juga sangat bergantung pada negara-negara eksportir yang menjadi pemasok utama berbagai komoditas pertanian dan pangan.
Gangguan produksi atau kebijakan ekspor dari negara-negara tersebut dapat memengaruhi harga, ketersediaan, hingga rantai pasok pangan di berbagai belahan dunia.
Negara-Negara Eksportir Pangan Terbesar di Dunia
Berdasarkan data
World Trade Organization (WTO) tahun 2023, sejumlah negara tercatat sebagai
eksportir pangan terbesar di dunia dengan nilai ekspor mencapai puluhan hingga ratusan miliar dolar AS setiap tahunnya.
1. Amerika Serikat – Rp3.291 Triliun (USD 185 Miliar)
Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai negara eksportir pangan terbesar di dunia. Dominasi tersebut didukung oleh teknologi pertanian yang maju, produktivitas tinggi, serta jaringan distribusi yang luas.
Komoditas utama
ekspor pangan Amerika Serikat meliputi jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, dan berbagai produk susu yang dipasarkan ke banyak negara.
2. Brasil – Rp2.348 Triliun (USD 132 Miliar)
Brasil merupakan salah satu kekuatan besar sektor pertanian dunia sekaligus eksportir kedelai terbesar secara global. Negara ini juga menjadi pemasok penting bahan pangan bagi sejumlah kawasan, termasuk Uni Eropa dan Tiongkok.
Selain kedelai, Brasil dikenal sebagai eksportir utama gula, kopi, serta berbagai komoditas pertanian tropis lainnya.
3. Tiongkok – Rp1.565 Triliun (USD 88 Miliar)
Tiongkok menempati posisi ketiga dalam daftar
eksportir pangan terbesar dunia. Ekspornya didominasi produk bernilai tambah tinggi seperti hasil olahan perikanan, sayuran beku, jamur, jus buah, udang, kepiting, hingga bawang putih.
Menariknya, meskipun menjadi eksportir besar, Tiongkok juga termasuk salah satu importir pangan terbesar di dunia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestiknya yang sangat tinggi.
4. Kanada – Rp1.263 Triliun (USD 71 Miliar)
Kanada memiliki peran penting dalam
perdagangan pangan global, terutama untuk komoditas gandum, canola (bahan baku minyak nabati), serta berbagai jenis kacang-kacangan seperti lentil dan kacang polong.
Kapasitas produksi yang besar menjadikan Kanada sebagai salah satu pemasok utama bahan pangan bagi berbagai negara.
5. Indonesia – Rp1.032 Triliun (USD 58 Miliar)
Indonesia berada di peringkat kelima sebagai
eksportir pangan terbesar di dunia. Kontribusi terbesar berasal dari minyak kelapa sawit yang menjadi salah satu minyak nabati paling banyak digunakan secara global.
Selain digunakan sebagai bahan pangan, minyak sawit juga dimanfaatkan dalam industri kosmetik, biofuel, hingga berbagai produk olahan lainnya.
6. Argentina – Rp961 Triliun (USD 54 Miliar)
Argentina dikenal sebagai salah satu lumbung pangan dunia, terutama untuk komoditas gandum, jagung, dan produk olahan kedelai.
Posisinya yang kuat di sektor pertanian menjadikan Argentina sebagai salah satu pemain penting dalam menjaga pasokan pangan global.
7. India – Rp899 Triliun (USD 50 Miliar)
India merupakan salah satu
eksportir pangan terbesar dengan komoditas unggulan seperti rempah-rempah, gandum, beras, serta produk susu.
Kebijakan ekspor yang diterapkan India kerap menjadi perhatian pasar internasional karena dapat memengaruhi harga pangan dunia, terutama untuk komoditas yang banyak diperdagangkan secara global.
Nah, daftar ini menunjukkan bahwa perdagangan pangan dunia sangat bergantung pada sejumlah negara dengan kapasitas produksi besar. Ketika produksi atau ekspor dari negara-negara tersebut mengalami gangguan, dampaknya bisa dirasakan hingga ke pasar global. Karena itu, peran para eksportir pangan utama menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dunia.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)