Longsor Tambang Timah di Bangka, 6 Tewas dan 1 Masih Hilang

3 February 2026 22:11

Kecelakaan tambang maut kembali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak tujuh orang pekerja tambang tertimbun longsoran tanah di lokasi eks Tambang Pondi, Desa Pemali, Kabupaten Bangka.

Hingga Selasa siang, 3 Februai 2026, Tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, satu korban
lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.

Operasi pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan terus dilakukan. Tim gabungan mengerahkan tiga unit alat berat jenis ekskavator untuk memindahkan tumpukan material pasir yang menutupi lubang tambang.

"Saat ini tim masih melakukan upaya pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan," ujar Kepala Kantor SAR (Kansar) Pangkalpinang, Mickel Rahman Junika, di lokasi kejadian.
 

Baca juga:
PPATK Benarkan Temuan Tambang Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin sore. Saat itu, ketujuh pekerja yang seluruhnya berasal dari Pandeglang, Banten, sedang beraktivitas menambang pasir timah.

Kondisi kontur tanah yang tidak stabil diduga menjadi pemicu utama. Tebing tanah tiba-tiba longsor dan seketika menimbun para pekerja beserta dua unit ekskavator yang sedang beroperasi di dasar lubang tambang.

Adapun identitas para korban dalam rombongan pekerja tersebut adalah Soleh, Aben, Atek, Abdul Manap, Abat, Samson, dan Sanam.

Saat ini, enam jenazah korban yang telah berhasil dievakuasi disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Sungailiat.
Rencananya, jenazah para korban akan dipulangkan ke kampung halaman mereka di Pandeglang, Banten. Namun, proses pemulangan masih tertunda karena pihak keluarga dan kerabat memutuskan untuk menunggu ditemukannya satu korban terakhir agar dapat dipulangkan secara bersamaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)