Pemerintah Percepat Pembangunan Jembatan Permanen di Cisarua

28 January 2026 15:00

Bandung Barat: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan jembatan permanen setelah bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan dipercepat meskipun saat ini statusnya masih dalam masa tanggap darurat. Sebab, jembatan darurat saat ini memiliki keterbatasan beban, sementara volume angkutan logistik diprediksi meningkat drastis menjelang Ramadan.

"Angkutan logistik yang lewat semakin besar hingga 50 ton. Sementara jembatan darurat maksimal hanya 20 ton, sehingga pembangunan jembatan permanen harus segera dikerjakan agar tidak roboh," ujar Menteri PU Dody Hanggodo, dikutip dari Breaking News Metro TV, Rabu, 28 Januari 2026.

Dody memastikan tidak ada kendala dalam pengiriman logistik maupun kebutuhan pokok masyarakat hingga saat ini. Jalan dan jembatan nasional di wilayah tersebut kini sudah kembali berfungsi.


 



Operasi SAR dan kendala cuaca ekstrem

Sementara itu, tim SAR gabungan menaruh fokus besar pada pencarian korban pada hari kelima pascabencana. Hingga saat ini, sebanyak 50 kantong jenazah telah ditemukan, dengan 30 jenazah di antaranya sudah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI.

Proses evakuasi melibatkan kolaborasi berbagai instrumen. Mulai dari 10 unit alat berat, personel TNI, hingga bantuan unit K9 dari Semarang. Tim membagi wilayah pencarian menjadi beberapa sektor utama berdasarkan informasi dari warga dan denah satelit untuk mempercepat penemuan titik potensial korban.

Namun, tingginya curah hujan memaksa petugas untuk menghentikan sementara proses evakuasi guna menghindari risiko longsor susulan yang dapat membahayakan personel. Karakteristik tanah di lokasi yang sangat lembut dan berlumpur juga menjadi hambatan serius bagi pergerakan alat berat di medan perkebunan tersebut.

Safety Officer Basarnas Bandung Agung Supriyanto, menjelaskan bahwa terbentuknya aliran air baru dari mahkota longsor turut memperkeruh kondisi material longsoran yang memiliki ketebalan hingga 6 meter. 

"Proses pencarian dihentikan karena curah hujan tinggi dan adanya aliran air baru yang terbentuk akibat dampak dari mahkota longsor," kata Agung Supriyanto.


(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)