19 September 2026 22:19
Ponorogo: Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia telah menghentikan impor solar sejak 1 Juli 2026 dan kini mampu memenuhi kebutuhan solar secara mandiri melalui pemanfaatan kelapa sawit. Kemandirian tersebut diwujudkan melalui implementasi program mandatori B50.
“Kita juga mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri,” kata Prabowo saat menghadiri resepsi kesyukuran satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 19 September 2026.
Prabowo mengatakan ketersediaan solar menjadi tantangan di tengah kondisi pasar energi dunia. Menurutnya, Indonesia kini tidak lagi bergantung pada pasokan solar dari luar negeri.
“Dan hari-hari ini solar langka di dunia. Kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah kita sudah bisa produksi solar kita sendiri Saudara-saudara,” ujar Prabowo.
Ia menyebut kelapa sawit menjadi bahan baku utama dalam produksi solar melalui program B50.
“Dari mana? Dari kelapa sawit,” kata Prabowo.
Pemerintah sebelumnya menerapkan mandatori B50 dengan mencampurkan 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit mentah ke dalam bahan bakar solar.
Dan ke depannya, pemerintah juga membidik target swasembada bensin dengan mengonversi komoditas batu bara.