4 July 2026 16:55
Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Kota Medan, Sumatera Utara. Penutupan ajang tahunan ini dimeriahkan dengan karnaval budaya yang spektakuler meski diguyur hujan deras.
Pada kesempatan ini, PT Bank Tabungan Negara (BTN) resmi menjalin kerja sama strategis dengan APEKSI melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dihadiri langsung oleh Komisaris Independen BTN Pietra Machreza Paloh.
Kemeriahan puncak acara berlanjut pada gelaran karnaval budaya. Sebanyak 55 kontingen dari berbagai kota di Indonesia tampil memukau dengan menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah masing-masing. Meski hujan deras mengguyur sepanjang acara, semangat para peserta maupun masyarakat Kota Medan tidak surut. Mereka tetap bertahan dan menyelesaikan penampilan hingga akhir, termasuk atraksi tarian kolosal yang melibatkan 300 penari.
Baca Juga :
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan rasa bangga dan terharunya melihat antusiasme masyarakat. Menurutnya, ketahanan masyarakat menyaksikan karnaval di tengah hujan merupakan bukti nyata kecintaan terhadap budaya Indonesia.
"Karya anak bangsa kita sangat luar biasa dan sangat layak untuk dipertontonkan di tingkat internasional. Kita harus terus berjuang untuk kebudayaan kita," ujar Rico dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu, 4 Juli 2026.
Senada dengan Wali Kota Medan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, turut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Medan sebagai tuan rumah. Ia menyebut rangkaian acara tersebut sangat spektakuler.
"Walaupun hujan, mereka tidak bergeser dan tetap menyuguhkan tarian kolosal yang spektakuler. Saya kagum, salut, dan sangat terpesona melihat itu," ungkap Bima Arya, dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu, 14 Juli 2026.
Penyelenggaraan Rakernas APEKSI XVIII ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi antar pemerintah kota, tetapi juga menjadi momentum penguatan kolaborasi dan pelestarian budaya bangsa yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan daerah di masa depan.