Gaza Selatan Dihantam Cuaca Ekstrem, Tenda Pengungsian Hancur Diterjang Ombak

14 January 2026 17:11

Cuaca ekstrem melanda Gaza Selatan. Angin kencang dan udara dingin menghancurkan tenda-tenda pengungsian memperparah kondisi warga yang terdampak perang. Angin kencang disertai dengan gelombang Laut Mediteran menerjang kawasan pesisir Gaza Selatan, merusak tenda-tenda darurat milik para pengungsi.

Sejumlah pengungsi terlihat berjibaku menyelamatkan sisa-sisa tenda mereka agar tidak terseret arus laut. Sebagian warga lainnya berupaya membangun tanggul atau penghalang dari pasir seadanya untuk menahan laju air dan ombak yang terus masuk ke area pengungsian.

Salah seorang pengungsi yang terdampak, menceritakan kepiluannya saat tenda tempat berlindung keluarganya hancur. Seluruh pakaian dan selimut yang mereka miliki kini terendam air laut yang asin dan dingin. Di tengah suhu yang ekstrem, mereka kini kembali tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan diri.
 

Baca juga: Suhu di Wilayah Cirebon Terasa Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Cuaca buruk ini telah memakan korban jiwa. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya empat orang tewas akibat tertimpa tembok bangunan yang runtuh mengenai tenda mereka. Selain korban akibat reruntuhan, Kementerian Kesehatan Gaza juga mencatat laporan memilukan mengenai kematian seorang anak berusia satu tahu akibat hipotermia.

Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober yang lalu, kondisi kemanusiaan di Gaza masih jauh dari kata stabil. Kelompok bantuan internasional mengungkap banyak warga Gaza yang hingga saat ini masih bertahan di tenda-tenda plastik yang tidak memadai untuk menghadapi musim dingin. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)