Ilustrasi freepik
Suhu di Wilayah Cirebon Terasa Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG
Whisnu Mardiansyah • 14 January 2026 16:13
Cirebon: Masyarakat di wilayah Cirebon, Jawa Barat, merasakan penurunan suhu udara dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat sejumlah warga tidak lagi menggunakan kipas angin, bahkan mulai mengeluarkan selimut.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Dyan Anggraini, membenarkan fenomena tersebut. "Memang akhir-akhir ini suhu udara terasa lebih dingin," tutur Dyan dikutip Media Indonesia, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurutnya, kondisi cuaca di wilayah Cirebon meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu dari pagi hingga siang hari cenderung berawan hingga diguyur hujan ringan. Hal ini menyebabkan sinar matahari tidak maksimal dalam proses pemanasan permukaan bumi.
Kondisi tersebut diperkuat dengan tiupan angin yang cukup kencang di beberapa daerah. "Selama tiga hari ini, suhu maksimum yang tercatat BMKG di titik pemantauan Kertajati sebesar 29,6 derajat celsius. Di titik pemantauan Jatiwangi, tercatat maksimum 30,8 derajat celsius dengan suhu minimum mencapai 22,4 derajat celsius," jelas Dyan.
Salah seorang warga, Dwi Triantoro dari Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, mengaku telah merasakan cuaca dingin selama dua hingga tiga hari terakhir. "Anginnya juga kencang sekali. Makin dingin," ujarnya.
Cuaca dingin tersebut membuat Dwi tidak lagi memakai kipas angin saat tidur di malam hari. "Saya malah mencari selimut di lemari. Jadi selimut dipakai lagi. Sekarang ini Cirebon rasanya seperti Bandung, karena dingin," tuturnya.
.jpeg)
Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews