Indonesia Siapkan Talenta Digital untuk Rebut Peluang 2030

21 January 2026 14:04

Indonesia mempersiapkan talenta digital untuk meghadapi dunia kerja 2030. Dengan tema itu turut dibahas juga dalam diskusi panel pertama di Indonesia Paviliun di tengah berlangsungnya World Economic Forum (WEF) 2026 Davos Swiss. 

Diskusi seputar tantangan keterampilan kerja 2030 menghadirkan tiga pembicara, yakni Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi BKPM, Rudy Salahuddin; Pendiri dan CEO AI Academy Asia, Bolor Erdene Battsengel; serta President of the Center for Global Health and Development, Joanne Manrique. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid juga turut memberikan pidato kunci dalam sesi ini. 
 

Baca juga: 2030, Danantara Bidik Aset Kelolaan Naik 3 Kali Lipat


Menjelang 2030, kebutuhan tenaga kerja global diproyeksikan bergeser secara masif ke sektor berbasis teknologi, data, dan ekonomi hijau. Seiring dengan pesatnya adopsi AI dan otomatisasi, permintaan talenta dengan keterampilan digital, adaptif, dan berpikir kritis terus meningkat. 

Dengan 64 persen penduduk berada di usia produktif pada 2030, Indonesia berpotensi menjadi pemasok talenta masa depan. Namun peluang ini hanya akan terwujud jika diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan, penguatan keterampilan digital, serta kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)