Bener Meriah: Proses pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan longsor terus dikebut di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan jembatan bailey di jalan akses provinsi yang menghubungkan Kecamatan Pantiraya dengan Kecamatan Bukit.
Jembatan sepanjang 39 meter dan lebar 5 meter itu menjadi akses vital penghubung Kecamatan Bukit dan Kecamatan Wih Pesam, sekaligus jalur penting aktivitas ekonomi warga. Pengerjaan dilakukan oleh personel Zeni TNI Angkatan Darat (AD) dari Yon Zipur 16 Anoraga bersama Dinas PUPR Aceh.
Untuk mempercepat penyelesaian, Dinas PUPR Aceh menurunkan empat unit alat berat. Sementara Yon Zipur 16 Anoraga turut mengerahkan tiga alat berat tambahan berupa satu buldoser dan dua ekskavator. Pengerjaan dilakukan siang dan malam, agar ditargetkan selesai selama satu pekan ke depan.
“Setelah bronjong selesai, kami lanjutkan pemasangan dan pendorongan jembatan. Estimasi kami, paling lama satu minggu ke depan jembatan sudah bisa dilewati warga,” ujar Perwira Jembatan Yon Zipur 16 DA, Letda Czi Rezha, dalam program
Newsline Metro TV, Sabtu, 24 Januari 2026.
Proses pembangunan telah berjalan selama sekitar 23 hari. Meski struktur jembatan sebenarnya siap dipasang, pemasangan sempat tertunda karena pengerjaan bronjong penahan sungai harus diselesaikan terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kekuatan jembatan dan menghindari kerusakan dini yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat krusial karena menjadi jalur utama penghubung antarwilayah di Bener Meriah serta akses menuju Aceh Utara dan Lhokseumawe. Pemerintah berharap percepatan pembangunan jembatan bailey ini dapat segera memulihkan mobilitas warga, memperlancar distribusi logistik, serta menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat pascabencana.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)