Menhaj Sebut Biaya Tambahan Haji Bisa Turun

15 April 2026 16:17

Jakarta: Pemerintah membuka peluang penurunan tambahan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp1,77 triliun. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan bergantung pada hasil negosiasi dengan pihak maskapai.

“InsyaAllah ada kemungkinan anggaran itu bisa turun lagi, karena mereka berdasarkan pada nilai harga avtur. Sementara beberapa hari ini cenderung turun,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 15 April 2026. 

Ia menjelaskan bahwa tambahan biaya tersebut mencakup seluruh jemaah haji Indonesia. Maskapai Garuda Indonesia disebut mengajukan penambahan sekitar Rp7 juta per jemaah, sementara maskapai Saudia meminta tambahan sebesar USD485 per jemaah.
 


Meski demikian, pemerintah tidak serta-merta menyetujui angka tersebut. Irfan menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pembahasan lebih lanjut untuk menentukan besaran biaya yang realistis.

“Tidak mungkin langsung kita turuti. Masih akan kita rundingkan lagi, kita bicarakan bersama berapa yang harus ditutup oleh kita,” katanya.

Menurut Irfan, pengajuan kenaikan biaya dilakukan saat harga minyak dunia sedang tinggi, sebelum adanya perkembangan menuju gencatan senjata di Timur Tengah. Dengan kondisi harga avtur yang kini mulai menurun, pemerintah melihat adanya peluang untuk menekan kembali tambahan biaya tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)