Ibadah Haji saat El Nino Godzilla, Pakar: Bisa Berakibat Fatal

Ilustrasi petugas kesehatan haji. Foto Kemenag

Ibadah Haji saat El Nino Godzilla, Pakar: Bisa Berakibat Fatal

Muhamad Marup • 15 April 2026 13:46

Jakarta: Musim Kemarau tahun 2026 tidak hanya diprediksi lebih panjang, tapi juga berpotensi berbarengan dengan fenomena El Nino Godzilla. Kondisi ini harus juga jadi perhatian dalam pelaksanaan Ibadah Haji, terutama memastikan kesehatan para jemaah haji.

Dengan adanya El Nino Godzilla, pakar kesehatan dari Griffith University, Dicky Budiman mengingatkan bahaya suhu panas ekstrem. Suhunya bahkan bisa melebih 45 derajat celcius.

"Dalam konteks perubahan iklim seperti El Nino, risiko panas ekstrem semakin relevan. Suhu di Arab Saudi bisa melebihi 45 derajat celsius," ujar Dicky, kepada Metrotvnews.com, Rabu, 15 April 2026.

Ia menjelaskan kondisi tersebut bisa berakibat fatal bagi jemaah haji. Selain peningkatan risiko dehidrasi dan penyakit panas atau heat illness seperti heat exhaustion dan heat stroke, panas ekstrem dapat memperburuk penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan gangguan ginjal.

"Bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani. Kapasitas fisik juga menurun dalam kondisi panas ekstrem, sehingga meningkatkan risiko kelelahan dan kecelakaan saat menjalankan ritual haji," katanya.

Pencegahan bagi jemaah haji

Dicky mengungkapkan, langkah pencegahan yang penting bagi jemaah haji di tengah cuaca panas ekstrem adalah manajemen hidrasi. Ia pun memaparkan beberapa langkah preventif berikut ini
  • Dianjurkan minum satu hingga dua gelas setiap 20–30 menit saat beraktivitas.
  • Jika banyak berkeringat, gunakan cairan rehidrasi oral, tidak hanya air putih. Air zamzam juga sangat baik untuk dikonsumsi.
  • Hindari aktivitas pada pukul 10.00 hingga 16.00 jika memungkinkan, kecuali untuk ibadah.
  • Gunakan payung atau pelindung kepala di luar waktu ibadah.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan terang.

Deteksi dini penyakit panas atau heat illness

Dicky menekankan deteksi dini penyakit panas atau heat illness sangat penting. Berikut ini adalah gejala yang dapat dikenali agar segera ditangani.

Gejala awal meliputi;
  • pusing;
  • lemas;
  • kram otot; dan
  • mual.
"Jika muncul, segera cari tempat teduh, longgarkan pakaian, banyak minum, dan istirahat," jelasnya.

Ilustrasi petugas kesehatan haji. Foto Kemenag


Dicky menambahkan, gejala bahaya heat illness saat Ibadah Haji meliputi
  • kebingungan,
  • tidak berkeringat,
  • atau penurunan kesadaran,
"Itu merupakan kondisi darurat dan harus segera mendapat penanganan medis," terangnya.

Peran pemerintah dan penyelenggara

Dicky menekankan, peran pemerintah dan penyelenggara juga penting dalam penanganan. Berikut ini langkah yang bisa dilakukan pemerintah dan penyelenggara dalam mengantisipasi cuaca panas ekstrem dalam pelaksanaan Ibadah Haji.
  • Ditribusi air
  • Penyediaan cooling station
  • Pengelolaan kerumunan berbasis risiko.
  • Edukasi kepada jemaah melalui ketua regu atau kloter 
"Jika ada kecurigaan heat stroke, jemaah harus segera dipindahkan ke tempat teduh, dilakukan pendinginan cepat dengan air atau kompres dingin, dan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan," tuturnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)