Kontak Senjata dengan TNI, Dua Anggota TPNPB-OPM Tewas di Maybrat

5 October 2026 09:55

Dua anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dilaporkan tewas dalam kontak senjata dengan pasukan gabungan TNI di Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Kontak senjata terjadi pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026, di kawasan hutan bagian utara Distrik Aifat.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogapwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menyebut dua anggota TPNPB-OPM yang tewas, yaitu Arso Aisnak dan Yohanes KY. 

"Dua pentolan OPM yang menjadi kaki tangan Manfret Fatem, yakni Komandan Komando Wilayah Pertahanan II TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Arso Aisnak dan Komandan Batalyon Karef Hamit Kodap IV Sorong Raya, Yohanes KY tewas dalam kontak senjata tersebut," ujar Lucky, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Senin, 5 Oktober 2026.

Lucky menyebut kelompok pimpinan Manfret Fatem terdeteksi saat diduga hendak memasuki permukiman warga. Pasukan TNI sempat meminta mereka menyerah dan meletakkan senjata, namun kemudian terjadi penembakan.

"Sebelum kontak senjata terjadi, pasukan kita terlebih dahulu melakukan upaya persuasif meminta mereka menyerah dan meletakkan senjata. Namun imbauan dari kami ini justru mereka jawab dengan menembakkan peluru tajam secara membabi buta ke pasukan Satgas TNI," ujar Lucky.

Dari lokasi kejadian, pasukan menemukan senjata api revolver beserta amunisi, senjata tajam, alat komunikasi, serta dua lembar bendera Bintang Kejora. Sementara itu, Manfret Fatem bersama sisa anggotanya diduga melarikan diri ke dalam hutan. 

Saat ini, aparat gabungan terus memburu Manfret Fatem dan sisa kelompoknya guna menghentikan rentetan aksi kejahatan kemanusiaan, seperti pembunuhan, penganiayaan, dan perampokan di tanah Papua. Pangkogabwilhan III juga memberikan peringatan keras kepada seluruh anggota OPM.

"Saya ingatkan kembali kepada seluruh anggota TPNPB-OPM di mana pun kalian berada, TNI-Polri bersama seluruh aparat penegak hukum akan terus mengejar dan menangkap seluruh pelaku kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua, baik dalam keadaan hidup atau mati," ujar Lucky.

(Lutfia Azzahra)

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X