Ketegangan kembali pecah di Tepi Barat setelah pasukan militer Israel melakukan penggerebekan pada siang hari di Kota Ramallah dan Al-Bireh.
Dalam operasi tersebut, tentara Israel memasuki kantor organisasi sipil, menempatkan penembak jitu, serta mengepung pusat kota hingga mengakibatkan akses menuju kompleks medis Palestina menjadi terbatas.
Pasukan Israel turut menyita sejumlah berkas dari LSM Addameer dan Persatuan Komite Perempuan Palestina, serta menembakkan gas air mata untuk membubarkan jurnalis yang meliput di lokasi.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa dua warga mengalami luka-luka akibat
tembakan peluru tajam dalam insiden tersebut, di mana salah satu korban merupakan seorang remaja berusia 14 tahun. Peristiwa penggerebekan di pusat pemerintahan ini semakin mempertegas kian menyusutnya otonomi Otoritas
Palestina di bawah tekanan militer Israel.