Lebih dari 700 Hektare Lahan Terbakar, BPBD Musi Banyuasin Hadapi Kendala Cuaca Panas dan Minim Air

16 October 2026 20:18

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan terus ditingkatkan seiring meluasnya titik api. Di Kabupaten Musi Banyuasin, tercatat ada sekitar 350 peristiwa kebakaran yang membakar lebih dari 700 hektare lahan.

Saat ini, terdapat lima kecamatan yang mencatatkan titik panas (hotspot) tertinggi di Musi Banyuasin, yakni Bayung Lencir, Lais, Sekayu, Batanghari Leko, dan Tungkal Jaya. Tim gabungan terus melakukan pemadaman darat di sejumlah titik rawan, termasuk Praja Mukti, TPU Kayuara, Suluk, dan Bandar Jaya.

"Hari ini kami melakukan pemadaman fokus melalui Satgas darat. Satgas darat ini terdiri dari kami BPBD, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dengan Dinas Damkar dan Dinas Sosial. Setiap ada laporan dari masyarakat, kami segera ke lokasi untuk melakukan pemadaman," ujar Kepala BPBD Musi Banyuasin, Marko dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 16 Oktober 2026.
 


Dalam menjalankan tugas pemadaman di lapangan, tim Satgas darat menghadapi sejumlah hambatan berat. Faktor cuaca terik yang disertai angin kencang membuat kobaran api cepat membesar dan meluas. Selain faktor cuaca, ketiadaan sumber air di area kebakaran menjadi tantangan utama yang menghambat proses pemadaman.

"Kendala tentunya cuaca saat ini yang panas dan disertai dengan angin, dan sumber air tidak ada di lokasi. Jadi kalau kami melakukan pemadaman butuh waktu, satu lokasi biasanya kita datang karena api terlalu luas kami nunggu mobil suplai. Mobil suplainya habis, isi lagi. Jadi itu kendala kami di lapangan," ungkap Marko.

Mengingat banyaknya titik api yang tersebar, BPBD Musi Banyuasin memprioritaskan pemadaman di wilayah ibu kota kabupaten, yakni Kecamatan Sekayu[1]. Seluruh personel dan armada telah disiagakan di lokasi untuk memastikan api tidak meluas ke area permukiman warga.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X