25 August 2026 18:58
NTT: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap tenang dan tidak mempercayai informasi mengenai potensi gempa bumi maupun tsunami susulan yang tidak bersumber dari lembaga resmi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan kabar mengenai ancaman gempa dan tsunami susulan beredar di tengah masa tanggap darurat bencana. Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun BNPB.
"Kami himbau kepada masyarakat yang mengungsi mandiri karena takut gempa susulan, ada isu tsunami susulan, semua itu tidak betul," kata Suharyanto dalam konferensi pers, 24 Agustus 2026, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa 25 Agustus 2026.
Suharyanto menjelaskan perkembangan aktivitas gempa terus dipantau dan diperbarui oleh BMKG setiap hari. Ia menyebut selama delapan hari setelah gempa utama, tidak ada gempa susulan yang kekuatannya melebihi gempa utama.
"Setiap pagi instansi yang berwenang, sekali lagi Kepala BMKG, selalu meng-update, menginformasikan perkembangan gempa. Dan dalam delapan hari ini tidak pernah ada satu pun gempa susulan yang melebihi gempa utama," ujarnya.