Jakarta: Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI melalui Satgas Operasional Armuzna mengerahkan belasan mobil golf dan lebih dari 600 petugas untuk membantu jemaah haji Indonesia selama menjalani puncak ibadah haji di Mina, Arab Saudi.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu jemaah lanjut usia, jemaah yang kelelahan, hingga jemaah yang kehilangan arah usai melaksanakan lempar jumrah di area Jamarat.
Mobil golf disiagakan di sejumlah titik, khususnya di jalur keluar Jamarat. Petugas tampak aktif membantu jemaah lansia dan jemaah dengan kondisi fisik lemah agar dapat kembali ke tenda dengan aman dan nyaman.
Langkah ini dilakukan mengingat padatnya aktivitas jemaah di area Jamarat serta jarak tempuh yang cukup jauh dari lokasi lempar jumrah menuju tenda-tenda jemaah di Mina.
Selain mengerahkan mobil golf, lebih dari 600 petugas haji juga ditempatkan di sepanjang jalur dari tenda menuju area Jamarat. Para petugas bertugas memberikan arahan, membantu jemaah yang terpisah dari rombongan, hingga mengantisipasi kondisi darurat kesehatan.
Wakil Menteri Haji dan Umroh sekaligus Naib Amirul Hajj, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan mobil golf diprioritaskan bagi jemaah yang membutuhkan bantuan fisik.
“Mobil golf car itu untuk mengevakuasi jemaah kita yang sudah sepuh, yang tidak sanggup berjalan, yang kelelahan. Itu digunakan untuk membantu mereka kembali ke markas atau kembali ke tendanya,” ujar Dahnil.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut juga digunakan untuk membantu jemaah yang perlu mendapatkan penanganan kesehatan.
“Atau juga untuk jemaah yang harus kita antarkan ke pos kesehatan. Jadi mobil ini memang membantu jemaah yang membutuhkan, bukan untuk jemaah yang sehat,” lanjutnya.
Kebijakan pengerahan mobil golf ini mendapat respons positif dari jemaah haji Indonesia. Banyak jemaah menilai fasilitas tersebut sangat membantu, terutama bagi mereka yang mengalami kelelahan dan kesulitan menemukan jalan kembali ke tenda setelah melaksanakan lempar jumrah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia selama menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Mina, termasuk saat proses lempar jumrah yang menjadi salah satu titik dengan kepadatan jemaah tertinggi.