Makkah: Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menghadirkan inovasi besar dalam layanan konsumsi jemaah melalui sistem digitalisasi terintegrasi. Selain memastikan distribusi makanan berjalan akurat dan tepat sasaran, pengawasan kualitas gizi juga dilakukan secara ketat.
Kesibukan terlihat di salah satu dari 51 dapur penyedia konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Kota Makkah.
Mulai dari pencucian sayuran, pengolahan daging, hingga proses memasak dilakukan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan ratusan ribu Jemaah.
Menu yang disajikan juga disesuaikan dengan selera nusantara agar jemaah tetap nyaman dan terjaga asupan makannya selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Namun, keberhasilan layanan konsumsi tahun ini tidak hanya bergantung pada pengolahan makanan. Penyelenggara ibadah haji juga melakukan transformasi total pada sistem distribusi dengan menerapkan digitalisasi terintegrasi.
Mulai dari pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan di ratusan hotel jemaah kini dapat dipantau secara real time. Sistem ini memudahkan koordinasi dan mempercepat penanganan kendala di lapangan.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi Indri Hapsari menyebut, digitalisasi membantu pengawasan distribusi makanan menjadi lebih akurat dan efisien. Seluruh data konsumsi kini terintegrasi untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.