Ketapang: Imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla),
Ketapang: Penerbangan rute Ketapang-Pontianak di Bandara Rahadi Usman lumpuh total selama sembilan hari berturut-turut imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pekatnya kabut asap membuat jarak pandang tidak memenuhi standar penerbangan.
"Aktivitas Bandara Rahadi Usman sendiri mengalami kendala dan sudah tepat pada hari ini, sembilan hari keberangkatan menuju Pontianak dibatalkan," ujar Jurnalis Metro TV Elvina Elisabeth dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa 22 September 2026.
Kondisi ini memaksa para calon penumpang untuk mencari alternatif transportasi lain demi mencapai ibu kota provinsi. Berdasarkan pantauan di lapangan, asap akibat
karhutla di wilayah Ketapang kini telah masuk dalam kategori
berbahaya.
Kekecewaan dirasakan oleh para penumpang. Salah satunya Yulius Sudarisman. Ia menceritakan pengalamannya terjebak ketidakpastian jadwal setelah pihak maskapai terus memundurkan jam keberangkatan hingga akhirnya dinyatakan batal.
"Saya sudah beli tiket dan sempat diinformasikan jadwal dimajukan jadi 13.00 WIB. Tapi saat sampai di bandara, malah dimundurkan jadi 15.30 WIB, dan akhirnya batal. Kecewa pasti, tapi situasi cuaca memang berbahaya," ujar Yulius.
Yulius mengaku sangat bergantung pada jadwal tersebut karena berencana menghadiri wisuda anaknya di Yogyakarta pada 25 September mendatang. Ia sengaja mengambil jadwal terbang lebih awal untuk mengantisipasi gangguan cuaca, namun tetap tidak membuahkan hasil.
Demi mengejar jadwal penerbangan lanjutannya dari Pontianak ke Yogyakarta, Yulius akhirnya memutuskan beralih ke jalur darat.
"Kami sudah pesan tiket travel Ketapang-Pontianak. Perjalanannya lumayan, sekitar 12 jam. Berangkat jam 19.00 WIB ini, diperkirakan sampai besok pagi jam 07.30 WIB," tambahnya.
Selain menggunakan jasa travel darat yang memakan waktu belasan jam, para calon penumpang sebenarnya memiliki opsi alternatif lain, yakni melalui jalur sungai menggunakan speedboat.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kapan aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Usman akan kembali normal. Operasional bandara sangat bergantung pada membaiknya jarak pandang dan berkurangnya intensitas kabut asap di Kalimantan
Barat.