Zein Zahiratul Fauziyyah • 12 March 2026 10:13
Jakarta: Metro TV resmi melepas Tim Monitor Mudik 2026 yang akan bertugas memantau perkembangan arus mudik dan arus balik Lebaran di berbagai titik strategis. Pelepasan tim dilakukan di Gedung Grand Metro TV, Jakarta Barat, Kamis, 12 Maret 2026.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Direktur Utama Jasa Raharja.
Tim Monitor Mudik Metro TV akan diterjunkan ke sejumlah jalur penting perjalanan, mulai dari jalur darat, pelabuhan, hingga bandara. Para jurnalis akan melaporkan secara langsung kondisi arus lalu lintas dan situasi perjalanan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Melalui pemantauan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini mengenai kondisi perjalanan. Informasi tersebut dapat menjadi acuan bagi para pemudik untuk merencanakan perjalanan secara lebih aman dan nyaman.
Mudik Lebaran sendiri merupakan tradisi tahunan yang melibatkan jutaan masyarakat yang kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Pada tahun ini, pergerakan pemudik diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang dengan mobilitas melalui jalur darat, udara, dan laut.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 16 Maret 2026 dengan jumlah pergerakan sekitar 21,2 juta orang, serta pada 18 Maret 2026 yang diperkirakan mencapai 22 juta orang. Pergerakan pemudik terbesar diperkirakan berasal dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Sementara itu, sejumlah daerah tujuan utama pemudik antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, serta Sulawesi Selatan.
Seluruh perkembangan arus mudik dan arus balik nantinya akan disiarkan melalui berbagai kanal dalam jaringan Media Group Network, sehingga masyarakat dapat terus mengikuti informasi terbaru selama masa libur Idulfitri.
(Adrian Bachtiar)