35 Provinsi Pamerkan Produk Unggulan UMKM di MTQ Nasional ke-31 Semarang

14 September 2026 13:32

Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 tahun 2026 di Kota Semarang tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga momentum untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sebanyak 35 provinsi turut serta memeriahkan bazar dan pameran produk unggulan UMKM.

Sebanyak 35 provinsi turut serta memeriahkan bazar dan pameran produk unggulan UMKM yang dibuka di area XI Plaza Simpang 5, Semarang. Pameran berlangsung mulai 11 sampai 20 September 2026 mendatang.

Pameran ini menampilkan aneka produk kriya, batik, hingga kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun mengatakan bazar ini menjadi wadah kolaborasi serta saling mengenal potensi ekonomi antarprovinsi. Para pelaku usaha dari berbagai provinsi ini diberi kesempatan untuk menawarkan dan mengenalkan produk unggulannya kepada masyarakat maupun tamu yang datang ke Jawa Tengah.

“Yang kita unggulkan kali ini adalah hasil kriya kita ya, dari kriya kita termasuk UMKM. UMKM ini kita juga mulai menata. Kalau dulu kan yang sudah ee punya pasar nih kita enggak, kita klasifikasikan. Kalau yang sudah naik kelas pasarnya akan berbeda.” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 14 September 2026.
 



Dengan kehadiran lebih dari 10.000 peserta dan kontingen dari seluruh Indonesia, perputaran uang dari event yang digelar hingga 20 September ini diperkirakan mencapai Rp100 miliar hingga Rp1,2 triliun.

Sementara itu, para pelaku UMKM menyambut positif gelaran ini karena menjadi angin segar bagi perekonomian UMKM. Gelaran ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mempromosikan produk secara langsung kepada kontingen dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah lebih banyak yang mengenal produk kami lebih luas. Jika biasanya mungkin kami hanya via media sosial, sekarang secara langsung dari antarprovinsi saling mengenal produk satu sama lain, juga pengunjungnya seperti itu. Sehingga perputaran uangnya diharapkan bisa lebih banyak dan memberi napas ataupun angin segar untuk kami UMKM.” ucap pelaku UMKM, Mia.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X