Berau Akhirnya Diguyur Hujan, Satgas Karhutla dan Warga Bersukacita

11 September 2026 14:10

Berau: Hujan akhirnya turun di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), setelah menanti selama berbulan-bulan.  Berdasarkan pantauan BMKG Berau, hujan terjadi hampir merata dengan durasi sekitar satu hingga tiga jam.

Turunnya hujan menjadi kabar menggembirakan. Terutama bagi petugas Satgas Karhutla yang selama beberapa bulan terakhir berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bagi mereka, hujan bukan sekadar membasahi tanah. Melainkan juga menjadi harapan baru untuk membantu memadamkan bara api yang masih tersisa di sejumlah lokasi.

Warga tampak bersukacita menyambut turunnya hujan. Misalnya, warga di Kota Tanjung Redeb. Mereka menyambut hujan dengan rasa syukur. 

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Letjen TNI Suharyanto memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dimaksimalkan dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan memanfaatkan potensi hujan untuk menekan karhutla dan kabut asap.
 



"Kami sudah mendapatkan arahan dari bapak presiden dan bapak wakil presiden, sekecil apapun potensi pertumbuhan awan hujan untuk di OMC laksanakan termasuk di daerah-daerah yang tidak terjadi kebakaran di Kalimantan dan Sumatra," kata Suharyanto, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 11 September 2026.

Lain di Kalimantan, lain juga di Jambi. Hujan masih belum turun juga di Bumi Melayu Jambi. Hal itu mendorong ratusan masyarakat bersama forkopimda dan aparat keamanan menggelar salat istisqa.

Digelarnya salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon kepada Tuhan, agar turun hujan di tengah kondisi kemarau dan kabut asap akibat dampak karhutla.

Wali Kota Jambi Maulana, menjelaskan, peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dampak kabut asap karhutla cukup dirasakan warga untuk saat ini. 

Dari laporan data di Dinkes Kesehatan Kota Jambi, tercatat jumlahkasus ISPA telah mencapai 3.437 orang sejak dua pekan terakhir. Saat ini, kualitas udara akibat dampak asap karhutla menunjukkan sudah tidak sehat.




(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X