Terjebak Karhutla, Seekor Tenggiling di Berau Berhasil Diselamatkan

CAN Borneo merawat tenggiling yang ditemukan setelah karhutla di Kampung Merasa, Berau, Kaltim pada Rabu, 2 September 2026. ANTARA/ HO- CAN Borneo

Terjebak Karhutla, Seekor Tenggiling di Berau Berhasil Diselamatkan

Silvana Febiari • 5 September 2026 16:10

Berau: Conservation Action Network (CAN) Borneo menyelamatkan seekor tenggiling yang ditemukan terjebak dalam batang kayu terbakar. Tenggiling tersebut ditemukan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Founder CAN Borneo Paulinus Kristanto mengatakan tenggiling tersebut ditemukan tim saat melakukan pemadaman. Satwa itu ditemukan di kawasan yang memiliki sekitar delapan titik api di wilayah administrasi Kampung Merasa.

"Ketika tim melakukan pemadaman karhutla dari pagi sampai malam, kemudian pada malam hari kita menemukan seekor tenggiling yang bersembunyi di dalam batang kayu yang terbakar,” kata Paulinus, dilansir dari Antara, Sabtu, 5 September 2026. 


Tenggiling itu ditemukan pada 2 September sekitar pukul 21.00 WITA, ketika tim CAN Borneo menyisir sekitar lokasi kebakaran. Satwa tersebut berada dalam kondisi lemah dan mengalami luka bakar serius akibat terpapar kobaran api.

Paulinus mengatakan luka paling parah terdapat pada bagian ekor dan kedua kaki belakang tenggiling. Luka bakar yang diderita bahkan menyebabkan bagian tulang pada kedua kaki belakang satwa tersebut terlihat dari luar.

Tim kemudian melakukan evakuasi darurat untuk menjauhkan tenggiling dari kepungan api. Satwa langka dan dilindungi itu selanjutnya dibawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam yang dikelola CAN Borneo untuk mendapatkan penanganan medis.

Jarak lokasi penemuan tenggiling dari PRS Long Sam sekitar 10 kilometer. Setelah tiba di pusat rehabilitasi, satwa tersebut langsung mendapat perawatan intensif dari tim medis.

Hingga saat ini, kondisi tenggiling masih memerlukan penanganan serius, terutama akibat luka parah pada kedua kaki belakangnya. Tim medis terus berupaya mempertahankan kondisi satwa tersebut agar dapat melewati masa kritis.


Ilustrasi - Trenggiling. ANTARA/HO-Antarenews


Peristiwa ini menambah daftar dampak karhutla terhadap satwa liar yang habitatnya berada di kawasan hutan Berau. Kebakaran tidak hanya mengancam vegetasi dan lingkungan, tetapi juga memaksa satwa mencari tempat perlindungan di tengah kondisi yang membahayakan keselamatan mereka.

CAN Borneo terus melakukan upaya pemadaman di lokasi karhutla. Pihaknya juga menyisir kawasan terdampak untuk mengantisipasi adanya satwa lain yang terjebak atau membutuhkan pertolongan.

Penyelamatan tenggiling tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla juga berkaitan erat dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati. Terutama satwa liar yang dilindungi dan bergantung pada keberlangsungan habitat hutan Kalimantan.

(Silvana Febiari)