6 August 2026 17:01
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menaikkan nilai penerbitan obligasi daerah dari semula Rp3,5 triliun menjadi Rp5,2 triliun. Penambahan nilai obligasi tersebut dilakukan untuk mendukung pendanaan pembangunan LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,7 triliun.
Pramono mengatakan penerbitan obligasi daerah direncanakan dilakukan pada Juni 2027, setelah melalui pembahasan bersama DPRD DKI Jakarta. Sebelum memutuskan penerbitan obligasi, Pemprov DKI telah meminta masukan dan berdiskusi dengan sejumlah lembaga internasional yang berpengalaman dalam penerbitan obligasi kota.
Menurut Pramono, konsultasi dilakukan dengan lembaga, seperti IFC World Bank dan Bank Pembangunan Asia untuk memastikan skema penerbitan obligasi berjalan optimal dan sesuai praktik terbaik.
Pramono meyakini penerbitan obligasi daerah tidak hanya akan mendukung pembiayaan proyek LRT, tetapi juga dapat menjadi model pembiayaan bagi pemerintah daerah lain di Indonesia.
"Yang menyangkut obligasi tentunya Pemerintah DKI Jakarta sebelum memutuskan untuk me-launching obligasi yang rencananya pada bulan Juni tahun depan, kami tentunya mendengarkan, meminta saran, berdiskusi dengan lembaga-lembaga kredibel yang sudah biasa melakukan obligasi untuk kota-kota di dunia," kata Pramono dalam tayangan Headline News Metro TV, Kamis 6 Agustus 2026.
Ia menegaskan kondisi keuangan DKI Jakarta saat ini masih sangat sehat. Meski memiliki kapasitas untuk menerbitkan obligasi dalam jumlah yang lebih besar, Pemprov DKI membatasi nilai penerbitan hingga Rp5,2 triliun agar tidak membebani pemerintahan berikutnya dan tetap menjaga kesehatan fiskal daerah.