Momen Presiden Prabowo Catat Langsung 3 Tuntutan Utama Buruh di May Day 2026

1 May 2026 12:58

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, diwarnai momen menarik saat Presiden Prabowo Subianto terlihat mencatat langsung aspirasi buruh yang disampaikan dari atas panggung.

Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menjadi salah satu yang menyampaikan langsung tuntutan di hadapan Presiden. Ia membuka orasinya dengan menyoroti perubahan momentum peringatan Hari Buruh.

“Saya sekian belas kali merayakan May Day, biasa kita berteriak di pinggir-pinggir atau di balik tembok istana atau DPR, hari ini kami bisa menyampaikan secara langsung kepada presiden apa yang menjadi aspirasi kami,” ujar Ilhamsyah, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Jum'at 1 Mei 2026.

Ilhamsyah kemudian memaparkan tiga isu utama yang menjadi perhatian buruh. Pertama, kebutuhan fasilitas penitipan anak bagi pekerja muda yang telah berkeluarga. Ia menggambarkan dilema yang dihadapi buruh.

“Pertama, bagi pekerja-pekerja muda yang baru menikah, setelah dia berkeluarga dan punya anak, mereka dihadapkan kepada pilihan yang pahit. Pilihan pertama anaknya harus dititip di neneknya di kampung, atau salah satu di antara mereka harus keluar dari tempat kerja untuk menjaga anak,” katanya.

Karena itu, ia mendesak negara untuk hadir menyediakan solusi konkret. Salah satunya dengan membangun tempat penitipan anak (daycare) di kawasan industri dan pemukiman buruh.

“Supaya anak-anak buruh bisa tumbuh kembang dengan baik,” ujar Ilhamsyah.



Isu kedua yang disoroti adalah persoalan hunian. Ia menilai beban biaya tempat tinggal masih menjadi tekanan besar bagi buruh perkotaan.

“20 sampai 30 persen pengeluaran dari upah habis untuk membayar kontrakan setiap bulannya,” ungkapnya.

KPBI pun mendukung program perumahan pemerintah. Namun dengan catatan harus terintegrasi dengan kawasan industri.

“Perumahan yang terintegrasi adalah jalan terbaik, agar buruh tidak perlu lagi menghadapi kemacetan setiap hari,” tuturnya.

Sementara itu, isu ketiga berkaitan dengan lemahnya pengawasan ketenagakerjaan. Ilhamsyah menegaskan masih banyak pelanggaran yang terjadi di lapangan.

“Tidak boleh lagi ada pengusaha yang membayar upah di bawah ketentuan, tidak boleh lagi ada union busting, tidak boleh lagi ada yang lalai terhadap K3,” katanya.

Momen ketika Presiden mencatat langsung poin-poin tersebut menjadi simbol respons pemerintah terhadap aspirasi buruh. Sekaligus menegaskan pentingnya dialog terbuka dalam peringatan May Day tahun ini.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)