4 September 2026 15:40
Manggarai Barat: Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat 4 September 2026, bantuan tersebut diserahkan langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi sejumlah fasilitas pendidikan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Selain bantuan tanggap darurat, Kemenag menyediakan 16 ruang belajar darurat atau Temporary Learning Space serta 100 paket school kit untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak gempa.
Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada ratusan fasilitas keagamaan dan sejumlah fasilitas pemerintahan. Tercatat 509 rumah ibadah mengalami kerusakan. Selain itu, tujuh kantor, 12 Kantor Urusan Agama (KUA), dan satu kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) turut terdampak.
Bantuan juga datang dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, pemerintah menyalurkan 20 ton beras dan ribuan paket bantuan bagi masyarakat serta warga binaan yang terdampak gempa di Pulau Flores.
Bantuan tersebut diserahkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi yang mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Tiga rutan dan lapas di Flores turut terdampak gempa. Rutan Kelas IIB Ende dan Rutan Bajawa mengalami kerusakan ringan, sedangkan Rutan Kelas IIB Ruteng mengalami kerusakan berat.
Kerusakan di Rutan Ruteng terjadi pada sejumlah bagian bangunan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pemerintah memastikan perbaikan sarana dan prasarana rutan serta lapas terdampak segera dilakukan.
Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pemasyarakatan tetap berjalan dengan baik. Keselamatan petugas dan warga binaan menjadi prioritas dalam proses pemulihan pascagempa.