Sejumlah anak pengungsi bermain di lokasi pengungsian di Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Jumat (28/8/2026). Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperpanjang masa tanggap darurat gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung 29 Agustus h
Sumber Air Mulai Keruh, Pengungsi Gempa Flores Butuh Air Bersih
Whisnu Mardiansyah • 1 September 2026 11:19
Kupang: Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih berada di lokasi pengungsian.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan sejumlah sumber air mulai mengalami kekeruhan sehingga kebutuhan air bersih di posko pengungsian perlu segera mendapat perhatian.
"Air bersih menjadi kebutuhan mendesak di posko-posko pengungsian karena banyak sumber air yang mulai keruh," katanya di Kupang, seperti dilansir Antara, Selasa, 1 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Melki saat menerima audiensi perwakilan Save the Children Indonesia bersama sejumlah mitra lembaga kemanusiaan.
Menurut Melki, pemenuhan air bersih memerlukan penanganan bersama agar kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Pemerintah Provinsi NTT menyambut dukungan lembaga kemanusiaan dalam penanganan dampak gempa. Kolaborasi berbagai pihak dinilai diperlukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain persoalan air bersih, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap perlindungan anak yang terdampak gempa Flores. Anak-anak termasuk kelompok rentan yang memerlukan perhatian dalam situasi bencana.
"Anak-anak menjadi kelompok rentan terdampak gempa Flores ini. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan kembali meskipun dengan keterbatasan," katanya.
Melki mengatakan proses pemulihan pascabencana mencakup sejumlah aspek, mulai dari pembangunan kembali infrastruktur hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Perlindungan anak, keberlanjutan pendidikan, dan pemulihan sosial juga menjadi bagian dari penanganan dampak bencana.

Relawan tengah berdiskusi menentukan barang bantuan yang akan dibawa untuk diserahkan kepada pengungsi. Foto: Metrotvnews.com/Anggi Tondi Martaon.
CEO Save the Children Indonesia Desy Kurwiany mengatakan lembaganya menyiapkan sejumlah dukungan untuk masyarakat terdampak gempa Flores. Bantuan mencakup penyediaan air bersih dan air minum, pemenuhan kebutuhan pangan, serta tenda untuk ruang belajar sementara.
Dukungan tersebut akan difokuskan di tiga kabupaten, yakni Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur. Sebelumnya, Save the Children Indonesia bersama CIS Timor dan Humanitarian Forum Indonesia telah melakukan Rapid Needs Assessment (RNA) di Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai.
Hasil asesmen tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan bentuk dukungan kemanusiaan di wilayah terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan bagi kelompok rentan.
Pemenuhan air bersih menjadi salah satu prioritas dalam dukungan tersebut, seiring kondisi sejumlah sumber air di lokasi pengungsian yang mulai keruh.