2 February 2026 14:14
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap akan menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Indonesia tidak akan bergabung dengan kekuatan militer manapun di tengah isu kemungkinan pecahnya Perang Dunia Ketiga.
"Saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif tapi non-aligned, non-blok, kita tidak akan ikut pakta militer manapun," tegas Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Dia menekankan filosofi politik luar negeri yang dipegang selama ini, yakni 1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.
Prabowo menyampaikan jika Indonesia tidak bergabung ke blok manapun, otomatis akan sendirian. Tidak akan ada negara manapun yang membatu saat Indonesia diserang.
"Kita mengerti semua kalau kita sungguh-sungguh mau non-blok, kalau kita sungguh-sungguh tidak terlibat dalam pakta (pakta militer), kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak ada yang bantu kita. Percaya sama saya, nobody going to help us," kata Prabowo.
| Baca juga: Prabowo Ajak Semua Pihak Bersatu Berantas Kemiskinan |