Epstein Files Gegerkan Dunia, Nama Trump dan Bill Gates Muncul

4 February 2026 16:24

Istilah Epstein Files kembali menjadi sorotan global setelah pemerintah Amerika Serikat merilis jutaan halaman dokumen terkait kejahatan seksual Jeffrey Epstein dan jaringan elit di sekelilingnya.

Kasus Epstein Files bermula di awal 2000-an di Palm Beach, Florida, ketika kepolisian menerima laporan dugaan eksploitasi seksual di Florida dan New York. Pada 2005, penyelidikan resmi dimulai, namun Jeffrey Epstein mendapat hukuman ringan dan bebas lebih cepat pada 2008.

Investigasi media pada 2018 membongkar kegagalan sistem hukum, yang memicu penyelidikan federal ulang. Pada 6 Juli 2019, Epstein ditangkap atas dakwaan perdagangan seks anak dan meninggal di sel tahanan federal pada 10 Agustus 2019.

Sejak 2024 hingga 2026, Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis jutaan dokumen Epstein Files ke publik yang kini menjadi sorotan dunia.
 

Baca juga: Membaca Epstein Files: Antara Kesaksian Korban dan Praduga Tak Bersalah

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah merilis ribuan dokumen tambahan yang berkaitan dengan penutupan penyelidikan terhadap mendiang pelaku kejahatan seksual dan pengusaha kaya Jeffrey Epstein, termasuk foto-foto tokoh terkemuka yang pernah memiliki kedekatan dengannya.

Sejumlah tokoh besar dari industri teknologi, Wall Street, hingga pejabat asing muncul dalam dokumen Departemen Kehakiman terkait kasus Jeffrey Epstein.

Meski nama-nama mereka terseret dalam penyelidikan, tidak satu pun dari mereka yang didakwa melakukan tindak kriminal. Seluruh pihak yang disebutkan membantah keras keterlibatan dalam kasus kejahatan seksual Epstein.

Melansir dari CBC, beberapa nama yang tercantum dalam berkas Epstein Files mencakup politikus, tokoh hiburan, dan anggota keluarga kerajaan. 

Dalam Epstein Files, Ghislaine Maxwell disebut sebagai perekrut utama korban. Ia akhirnya divonis 20 tahun penjara pada 2022 atas kasus perdagangan seks anak dan konspirasi.

Kasus Maxwell memperkuat bahwa Epstein Files bukan sekadar kejahatan individu, melainkan jaringan yang terorganisir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)