Pedagang Pasar Kramat Jati Keluhkan Bau Sampah yang Menyengat

8 April 2026 11:25

Tumpukan sampah menggunung masih menjadi persoalan serius di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Meski proses pembersihan terus dilakukan, bau menyengat dari sampah busuk masih tercium hingga ke area pasar.

Sampah yang didominasi limbah buah dan sayuran itu meningkat drastis setelah momen Idulfitri. Bahkan sebelumnya, tumpukan sampah disebut mencapai ketinggian seperti gunung oleh para pedagang setempat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan lebih dari 30 truk setiap hari untuk mengangkut sampah. Selain itu, alat berat seperti ekskavator juga diturunkan guna mempercepat proses pemindahan sampah ke truk pengangkut.

Kondisi di lapangan pun cukup memprihatinkan. Sampah basah yang membusuk membuat area sekitar menjadi licin dan berbau tajam. Hal itu membuat petugas dan jurnalis harus menggunakan masker serta sepatu boots saat berada di lokasi.



Seorang pedagang, Musyafa, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Ia menyebut bau sampah bahkan masuk hingga ke dalam pasar dan mempersempit area parkir kendaraan. 

"Ya sangat terganggu, ini baunya nyampe dalam ini. Terus parkiran mobil juga ini apa namanya, nggak ada lahan parkir kayak sempit gitu," ujar Musyafa dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 8 April 2026. 

Meski begitu, para pedagang mulai merasa sedikit lega seiring proses pengangkutan yang terus berjalan. Mereka berharap ke depan pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Ya agak legalah, soalnya udah diangkutin sedikit demi sedikit, ya alhamdulillahlah. Mudah-mudahan yang kedepannya lebih bagus lagi dari bulan hari ini," ucapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)