Pramono: Masalah Sampah Pasar Induk Kramat Jati Tuntas Sepekan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono: Masalah Sampah Pasar Induk Kramat Jati Tuntas Sepekan

Aris Setya • 6 April 2026 11:45

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap masalah penumpukan sampah yang meluber di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Pramono menargetkan proses pembersihan dan pengangkutan gunungan sampah tersebut dapat dituntaskan sepenuhnya dalam kurun waktu tujuh hingga delapan hari ke depan.

"Nanti detailnya akan dijelaskan Pak Dirut Pasar Jaya. Mudah-mudahan tujuh, delapan hari lagi selesai. Sekarang ini sedang ditangani," ujar Pramono di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.
 


Pramono menjelaskan bahwa kondisi memprihatinkan di Kramat Jati merupakan imbas dari gangguan teknis yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, khususnya di Zona 4A. Gangguan tersebut memicu efek domino yang menghambat distribusi serta pengangkutan sampah dari pasar-pasar besar di Jakarta.

Akibat tertahannya aktivitas di hulu, volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati mengalami peningkatan drastis hingga melampaui kapasitas penampungan. Hal ini bahkan mengakibatkan tembok pembatas antara area pasar dengan permukiman warga jebol karena tak kuat menahan beban gunungan sampah.

"Memang akibat dampak dari zona 4A Bantar Gebang yang kemudian rentetannya terjadi sampai hari ini. Saya sudah meminta Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan," tegas Pramono.


Arsip foto sampah Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Dok. Antara.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan percepatan pengangkutan. Langkah ini diambil guna memastikan kebersihan lingkungan warga sekitar kembali normal dan mencegah dampak kesehatan akibat luberan sampah yang masuk ke aliran kali maupun area hunian penduduk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)