Pramono Targetkan Pasar Tradisional Jakarta Jadi Role Model Nasional

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono Targetkan Pasar Tradisional Jakarta Jadi Role Model Nasional

Aris Setya • 6 April 2026 11:21

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meyakini bahwa transformasi pasar tradisional di Jakarta dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia. Sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menata ekonomi kerakyatan.

“Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin ini akan menjadi role model. Contoh yang baik bagaimana kerja sama antara pemerintah daerah, BUMD, kemudian masyarakat untuk menata ekonomi pada level paling bawah,” ujar Pramono di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.
 


Pramono menegaskan komitmennya untuk memperbaiki pasar-pasar di Jakarta agar lebih tertata dan bersih. Selain aspek fisik, ia juga mendorong percepatan digitalisasi transaksi jual beli guna meningkatkan efisiensi dan transparansi ekonomi di tingkat bawah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini resmi memulai proyek revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat fasilitas publik sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi kerakyatan di wilayah ibu kota.

“Di Kramat Jaya ini, 2.600 meter persegi akan dibangun beberapa kios dan mudah-mudahan akan membuka ruang sosial, ekonomi, budaya yang ada di Kramat Jaya,” ujar Pramono.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran meresmikan groundbreaking di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, memaparkan bahwa kedua pasar tersebut akan dilengkapi fasilitas modern seperti ruang laktasi, panel surya, toilet disabilitas, hingga sistem CCTV. Khusus untuk Pasar Kramat Jaya, pengelola juga akan menyediakan sarana olahraga bagi warga sekitar.

“Pembangunan ini dibiayai dengan menggunakan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD). Untuk Pasar Kramat Jaya, sumbernya dari PMD 2016 sebesar Rp10,2 miliar. Kemudian Pasar Gardu Asem, PMD tahun 2017 sebesar Rp10,6 miliar,” ujar Agus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)