Laporan Palsu Berbasis AI di JAKI, Pramono Minta Periksa Pejabat Jaktim

Akun Threads @seinsh membagikan bukti foto yang diduga kuat hasil rekayasa AI.

Laporan Palsu Berbasis AI di JAKI, Pramono Minta Periksa Pejabat Jaktim

Aris Setya • 6 April 2026 10:57

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pejabat Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim). Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan manipulasi laporan penanganan parkir liar di aplikasi JAKI yang menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk merekayasa bukti tindak lanjut.

“Siapa pun yang terbukti bersalah harus diberikan hukuman. Ini tidak boleh terulang kembali,” ujar Pramono di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.
 


Pramono menegaskan bahwa tindakan memanipulasi laporan merupakan bentuk ketidakjujuran yang mencederai kepercayaan publik. 

Pemeriksaan tersebut akan menyisir aparat wilayah, mulai dari tingkat Kelurahan Kalisari hingga pejabat terkait di tingkat dinas. Menurutnya, transparansi harus tetap menjadi prinsip utama dalam setiap pelayanan publik di Jakarta.

Mantan Sekretaris Kabinet itu menekankan bahwa kejujuran dalam bekerja jauh lebih penting daripada sekadar mengejar status laporan selesai. Ia lebih menghargai jika petugas mengakui kendala di lapangan ketimbang memaksakan hasil akhir melalui cara-cara yang manipulatif.

“Lebih baik belum selesai ya belum selesai saja, daripada dilakukan dengan AI yang notabene itu membohongi,” tegasnya.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik manipulasi data dalam bentuk apa pun. Sanksi tegas telah disiapkan bagi oknum yang terbukti melanggar aturan demi menjaga integritas sistem pelayanan masyarakat.

Persoalan ini mencuat setelah pemilik akun Threads @seinsh mengeluhkan penanganan parkir liar di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Warganet tersebut mengeklaim bahwa laporan yang diajukan ke tingkat kelurahan ditindaklanjuti dengan bukti foto yang diduga kuat hasil rekayasa AI.

Laporan palsu tersebut memicu reaksi keras dari publik. Karena dianggap sebagai upaya menghindar dari tanggung jawab penyelesaian masalah parkir liar yang selama ini dikeluhkan oleh warga di pemukiman tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)